Ratusan Petarung Ramaikan Kejuaraan Adu Wani MMA Piala Wali Kota Madiun 2026
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 60
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kejuaraan Adu Wani MMA Piala Wali Kota Madiun 2026 resmi digelar pada 24–25 Juli 2026 di Alun-Alun Kota Madiun. Sekitar 200 atlet mixed martial arts (MMA) dari berbagai daerah di Jawa Timur dipastikan ambil bagian dalam ajang perdana yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun tersebut.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) MMA Kota Madiun itu diproyeksikan menjadi pijakan menuju penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) MMA Jawa Timur pada tahun mendatang.
Ketua Penyelenggara Adu Wani MMA Piala Wali Kota Madiun 2026, Robby Rohmana, mengatakan kualitas penyelenggaraan tahun ini telah dipersiapkan setara dengan standar kejurprov.
“Sebenarnya levelnya sudah setara kejurprov. Kami hanya mengemasnya dalam format Piala Wali Kota. Target ke depan tentu naik menjadi kejurprov,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (23/7/2026).
Menurut Robby, turnamen ini menjadi wadah bagi atlet beladiri campuran amatir dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu, seperti pencak silat, gulat, tinju, dan cabang beladiri lainnya yang bernaung di bawah IBCA.
“Ini yang pertama di Kota Madiun. Total hadiah pembinaan atlet yang disiapkan sebesar Rp50 juta,” katanya.
Kejuaraan mempertandingkan tiga kategori usia, yakni youth (10–18 tahun), junior (19–21 tahun), dan senior (22–35 tahun). Ratusan atlet yang berlaga berasal dari berbagai daerah, antara lain Banyuwangi, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Nganjuk, hingga Solo.
“Untuk pertandingan, panitia menghadirkan tujuh wasit terdiri dari tiga wasit nasional dan empat wasit regional,” imbuhnya.
Selain itu, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Panitia menggandeng Dinas Kesehatan serta 10 rumah sakit rujukan di Kota Madiun yang telah menyatakan kesiapan memberikan layanan apabila terjadi keadaan darurat selama kejuaraan berlangsung.
“Seluruh rumah sakit rujukan telah menyatakan kesiapannya sebagai salah satu syarat penyelenggaraan dari kepolisian,” ujar Robby.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyambut baik penyelenggaraan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan olahraga sekaligus promosi daerah. Menurutnya, Pemerintah Kota Madiun memberikan dukungan penuh setelah melihat kesiapan IBCA MMA Kota Madiun dalam menyelenggarakan kompetisi berskala besar.

“Kami ingin memperkenalkan Kota Madiun kepada atlet-atlet dari luar daerah sekaligus menunjukkan perkembangan olahraga MMA di Kota Madiun,” katanya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan di ruang terbuka yakni Alun-Alun Kota Madiun dipilih agar masyarakat dapat lebih mengenal olahraga MMA sekaligus mengubah persepsi tentang julukan Kota Pendekar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Kota Pendekar bukan kota yang menyeramkan, tetapi kota yang ramah. Ini juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Kota Madiun,” ujarnya.
Bagus berharap kejuaraan perdana tersebut menjadi fondasi penyelenggaraan event yang lebih besar pada masa mendatang. Pemerintah Kota, kata dia, siap memberikan dukungan lebih apabila pelaksanaan tahun ini berjalan sukses.
Selain pembinaan atlet, ia menilai kejuaraan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Keikutsertaan para atlet tidak hanya mengejar juara, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian. Kehadiran peserta dan penonton akan memberikan manfaat bagi para pedagang kaki lima dan pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




