Danrem Untoro Sidak Pembangunan Jembatan Garuda di Magetan, Pastikan Proyek Strategis Sesuai Target
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Jembatan Garuda di Desa Ginuk, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Kamis (23/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan proyek strategis tersebut berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
Jembatan Garuda berjenis Armco itu dibangun untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah akses masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian.
Saat mendampingi peninjauan, Danposmil Karas, Peltu Funin, menjelaskan bahwa keberadaan jembatan akan memberikan manfaat langsung bagi ribuan warga di tiga dusun.
“Secara keseluruhan ada tiga dusun yang akan terdampak langsung terhadap pembangunan jembatan, yakni Dusun Sumberejo dengan 856 warga, Dusun Gagan sebanyak 756 warga, dan Dusun Legok sebanyak 887 warga,” ujarnya.
Menurut Funin, selama ini warga harus memutar cukup jauh ketika membawa hasil pertanian maupun menuju pusat kota. Dengan selesainya pembangunan Jembatan Garuda, jarak tempuh diperkirakan akan berkurang sekitar tiga kilometer.
“Selama ini jika warga ingin mengangkut hasil pertanian maupun ke pusat kota harus memutar terlebih dahulu. Dengan adanya jembatan ini nanti mereka bisa memangkas jarak sekitar 3 kilometer,” katanya.
Ia menambahkan, pemangkasan jarak tersebut akan berdampak pada efisiensi waktu perjalanan sekaligus menekan biaya transportasi masyarakat.

“Kalau jaraknya lebih dekat dan lebih mudah, tentunya hal ini berdampak langsung terhadap biaya akomodasi yang akan semakin hemat. Kondisi ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Danrem Untoro mengungkapkan bahwa kunjungannya dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya agar dapat melihat kondisi riil pembangunan di lapangan.
“Dengan peninjauan mendadak seperti ini, saya bisa mengetahui progres pekerjaan yang sebenarnya, sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan,” kata Untoro.
Ia menegaskan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program strategis pemerintah yang harus dikawal agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Program strategis pemerintah ini merupakan prioritas utama. Kami ingin hasilnya optimal dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Danrem berharap pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga jembatan segera difungsikan untuk meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, mendorong aktivitas perekonomian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Karas.
Dalam kesempatan tersebut, Untoro juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat terhadap pembangunan jembatan. Salah satu bentuk dukungan datang dari seorang warga bernama Murdiyat yang secara sukarela menghibahkan sebagian lahannya untuk digunakan sebagai material urukan pembangunan jembatan.
Menurut Danrem, sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat menjadi modal penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




