Berita Terkini
Trending Tags

Angka Stunting Turun Tapi Lambat, Bupati Madiun Soroti Akurasi Pendataan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 202
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun Hari Wuryanto meninjau salah satu kegiatan posyandu di Desa Uteran Kecamatan Geger. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Upaya Pemerintah Kabupaten Madiun menekan angka stunting menunjukkan tren positif, tetapi penurunannya masih berjalan lambat. Hingga Juli 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Madiun tercatat 5,02 persen, turun tipis dari 5,14 persen pada 2025.

Data tersebut menunjukkan prevalensi stunting hanya turun sekitar 0,12 persen dalam setahun. Sebelumnya, angka stunting juga turun dari 5,48 persen pada 2024 menjadi 5,14 persen pada 2025 atau sekitar 0,34 persen.

Angka terbaru itu disampaikan dalam kegiatan Monitoring Bulan Timbang Kabupaten Madiun pada Agustus 2026 di Desa Uteran Kecamatan Geger, Selasa (11/8/2026). Dengan jumlah balita di Kabupaten Madiun mencapai lebih dari 30 ribu anak, pemerintah masih menghadapi tantangan untuk mempercepat penurunan kasus stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, dalam sambutanya menjelaskan Bulan Timbang menjadi salah satu upaya untuk memastikan pertumbuhan balita terpantau sekaligus memperkuat pencegahan stunting.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berisi monitoring dan evaluasi pelaksanaan Bulan Timbang di Posyandu, tetapi juga edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting.

“Prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan dari 5,48 persen pada 2024 menjadi 5,14 persen pada 2025, dan pada Juli 2026 menjadi 5,02 persen. Jadi terjadi tren penurunan,” kata dr Heri.

Hingga 2025, Kabupaten Madiun memiliki 877 Posyandu aktif atau 100 persen dari seluruh Posyandu yang ada. Jumlah tersebut didukung sebanyak 6.449 kader.

Pada pelaksanaan Bulan Timbang serentak 2025, cakupan Posyandu juga mencapai 100 persen. Tahun ini, Pemkab Madiun kembali menargetkan seluruh Posyandu dapat melaksanakan Bulan Timbang sehingga seluruh balita memperoleh pemantauan pertumbuhan secara optimal.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menilai masih ada pekerjaan rumah dalam proses pencatatan maupun pengukuran balita. Menurutnya, akurasi data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan angka prevalensi stunting.

Hari menyebut kehadiran dalam pelaksanaan Bulan Timbang mencapai sekitar 92 persen. Namun, ia mengingatkan para kader Posyandu agar mencatat hasil pengukuran sesuai kondisi sebenarnya dan tidak melakukan pembulatan angka.

Image Not Found
Kader Posyandu diminta akurat mengukur balita. Foto : Tova-Sinergia

“Harus ditulis apa adanya. Kalau misalnya 1,2 ya 1,2, jangan dibulatkan menjadi 1. Kalau 1,5 menjadi 2, tidak. Tetap komanya ditulis,” ujar Hari.

Menurutnya, kesalahan kecil dalam pencatatan dapat memengaruhi hasil penghitungan prevalensi karena data tersebut dikumpulkan dari jumlah balita yang cukup besar.

Selain pencatatan, Hari juga menyoroti masih adanya kendala dalam pengukuran tinggi badan balita. Karena itu, pemerintah akan memberikan pendalaman kepada kader Posyandu agar proses pengukuran dan pencatatan dilakukan sesuai standar.

“Ini termasuk cara mengukur tinggi badan. Kita masih ada beberapa kendala di pengukuran tinggi badan,” katanya.

Hari mengatakan Pemkab Madiun tidak hanya melakukan intervensi ketika anak sudah masuk kategori stunting. Upaya pencegahan dilakukan sejak usia sekolah hingga sebelum pasangan menikah.

Intervensi tersebut antara lain pemberian tablet tambah darah kepada remaja, edukasi kepada calon pengantin, hingga pemberian imunisasi.

Menurut Hari, langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya kasus stunting baru. Terlebih, anak yang telah melewati usia lima tahun tidak lagi masuk dalam kelompok data balita yang menjadi sasaran utama pengukuran stunting.

“Kalau sudah lewat lima tahun mereka sudah keluar dari data ini. Jadi kita harapkan yang menambah itu, seperti pasangan yang baru menikah, langkah intervensi ini supaya tidak menambah angka stunting ke depannya,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran Pembangunan di Magetan Hanya 9,67 Persen, DPRD Kritik Keras

    Anggaran Pembangunan di Magetan Hanya 9,67 Persen, DPRD Kritik Keras

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Alokasi anggaran pembangunan atau belanja modal dalam Rancangan Perubahan APBD (P-APBD) 2025 Kabupaten Magetan kembali menuai kritik tajam. Dari delapan fraksi yang menyampaikan pandangan umum, mayoritas menyoroti porsi belanja modal yang hanya 9,67 persen dari total anggaran. DPRD menilai angka tersebut terlalu kecil untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Sebagai perbandingan, pada […]

    Bagikan
  • Permudah Akses Antar Desa, TNI AD Bangun 4 Jembatan Di Ponorogo

    Permudah Akses Antar Desa, TNI AD Bangun 4 Jembatan Di Ponorogo

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat pedesaan terus dilakukan. TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0802 Ponorogo mulai membangun empat jembatan di sejumlah wilayah, guna mempermudah mobilitas warga antar desa, Senin (30/3/2026). Salah satu lokasi pembangunan berada di Desa Belang, Kecamatan Bungkal. Selama ini, warga setempat harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi […]

    Bagikan
  • Permendikdasmen Akan Hapus Guru Honorer Pada Tahun 2027, Dikbud Madiun Mulai Pendataan

    Permendikdasmen Akan Hapus Guru Honorer Pada Tahun 2027, Dikbud Madiun Mulai Pendataan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah pusat mulai menerapkan penataan tenaga non-ASN di lingkungan sekolah negeri. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur guru honorer di sekolah negeri hanya diperbolehkan mengajar hingga 31 Desember 2026. Mulai 1 Januari 2027, sekolah negeri dilarang menganggarkan maupun menggunakan tenaga […]

    Bagikan
  • Pemerintah Kec Geger Menggelar Bimtek Transparansi Tata Kelola Keuangan Desa

    Pemerintah Kec Geger Menggelar Bimtek Transparansi Tata Kelola Keuangan Desa

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Transparansi dan akuntabel Pengelolaan keuangan di setiap desa menjadi syarat wajib agar tata kelola sesuai regulasi. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2018 menjadi payung hukum mengatur azaz dan tata tertib administrasi anggaran di desa. Tranparansi diterjemahkan agar masyarakat bisa mengakses data anggaran di setiap desa tersebut. Paling tidak minimal […]

    Bagikan
  • MPLS Sekolah Rakyat Madiun Dimulai 31 Juli, Puluhan Guru Bantu Disiapkan Untuk Bimbing Siswa

    MPLS Sekolah Rakyat Madiun Dimulai 31 Juli, Puluhan Guru Bantu Disiapkan Untuk Bimbing Siswa

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebanyak 262 calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Jumat, 31 Juli 2026. Selama dua hingga tiga pekan, para peserta didik dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan dibekali proses adaptasi sebelum memulai pembelajaran di sekolah berkonsep asrama tersebut. Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi […]

    Bagikan
  • Puncak Anniversary Ke- 12, Aston Hotel Madiun Launching New Grand Bima Ballroom yang Megah dan Elegan

    Puncak Anniversary Ke- 12, Aston Hotel Madiun Launching New Grand Bima Ballroom yang Megah dan Elegan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Adi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    SINERGIA | Madiun – ASTON Madiun Hotel & Conference Center merayakan Hari Ulang Tahun ke-12 dengan penuh semangat dan kebersamaan, Jumat (19/06/2026). Perayaan ini menjadi momentum refleksi perjalanan 12 tahun salah satu ikon perhotelan di Kota Madiun tersebut. Turut hadir pada perayaan tersebut Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Bupati Madiun Hari Wuryanto, jajaran […]

    Bagikan
expand_less