Pemkot Madiun Targetkan Kota Kreatif 2029, Ekonomi Kreatif dan Pencak Silat Jadi Andalan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 70
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun semakin serius mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif dengan menargetkan Kota Madiun menjadi Kota Kreatif pada 2029. Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, target tersebut membutuhkan penguatan ekosistem serta kolaborasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif.
Hal itu disampaikan Bagus seusai mengikuti Sarasehan Kemerdekaan Paguyuban Pawitandirogo bertema “Pengembangan Kawasan dan Pemberdayaan Ekonomi” di Hotel Mercure Kota Madiun, Jumat (21/8/2026).
“Alhamdulillah, tadi beberapa hal yang sudah kita lakukan kita paparkan dan matur nuwun dari Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan apresiasi,” kata Bagus.
Menurutnya, apresiasi dari pemerintah pusat menjadi tambahan semangat bagi Pemkot Madiun untuk terus memberikan ruang dan pendampingan kepada generasi muda serta pelaku ekonomi kreatif. Bagus menyebut Pemkot Madiun sebelumnya telah mulai memberikan ruang bagi pelaku kreatif. Salah satunya melalui penyediaan ruang kreativitas di kawasan Sleko.
“Tentunya ini mendorong semangat pemerintah kota untuk terus mengawal teman-teman muda, teman-teman pelaku kreatif yang ada di Kota Madiun yang sekarang semakin meningkat,” ujarnya.
Dari hasil sarasehan tersebut, Bagus mengaku semakin mendapatkan gambaran mengenai arah pengembangan ekonomi kreatif Kota Madiun ke depan. Pemkot Madiun menargetkan Kota Kreatif dapat terwujud pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, komunikasi dengan pemerintah pusat akan terus dibangun.
“Makanya tadi saya dikasih waktu nanti untuk ke Jakarta, nanti akan segera saya tindak lanjuti, berdiskusi karena memang target untuk Kota Kreatif Madiun itu saya mentarget 2029,” ungkapnya.
Menurut Bagus, membangun Kota Kreatif tidak cukup hanya dengan menghadirkan kegiatan atau ruang kreativitas. Pemerintah perlu membangun ekosistem yang mendukung pelaku ekonomi kreatif agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Sehingga ini perlu membangun komunikasi, perlu membangun ekosistem, tindak lanjut akan seperti apa. Tentunya ekonomi kreatif Madiun ini sesuai dengan yang kita harapkan,” kata Bagus.

Terkait tiga program yang disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam sarasehan, Bagus menyebut Pemkot Madiun memiliki sejumlah program yang sejalan, khususnya terkait aktivasi desa atau kelurahan kreatif.
“Dari tiga poin, aktivasi, salah satunya aktivasi desa, kelurahan, ini sebenarnya sedikit ngrempet-ngrempet dengan program saya yang memberikan anggaran,” jelasnya.
Bagus mengatakan, pada 2027 Pemkot Madiun akan lebih fokus membangun ekosistem ekonomi kreatif. Hasil pembangunan ekosistem tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.
Pemkot Madiun, lanjut Bagus, berharap pengembangan ekosistem tersebut dapat memperoleh pengawalan dan pendampingan dari Kementerian Ekonomi Kreatif.
“Yang nanti akan kita laporkan hasil ekosistem itu bagaimana, yang nantinya besar harapan saya kita ini dikawal dari kementerian, Kota Madiun khususnya,” ujarnya.
Menurut Bagus, Kota Madiun memiliki sejumlah potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan lebih jauh. Salah satu yang menjadi unggulan adalah pencak silat. Selain pencak silat, Pemkot Madiun juga akan mengembangkan kreativitas berbasis teknologi melalui pertunjukan video mapping.
Bagus mengatakan, program tersebut akan dikembangkan secara bertahap dengan menghadirkan konsep yang berbeda pada setiap pelaksanaannya. “Ya, tahun ini kan Padang Mbranang yang pertama. Nanti akan ada Padang Mbranang kedua, yang nanti pastinya dengan beda konsep lagi,” pungkasnya.
Pengembangan berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Madiun membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat. Dengan dukungan komunitas, generasi muda, pelaku kreatif, serta pemerintah pusat, target Kota Madiun menjadi Kota Kreatif pada 2029 diharapkan dapat terealisasi. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



