Berita Terkini
Trending Tags

Kasus ODGJ di Ponorogo Meningkat, Faktor Ekonomi dan Stres Jadi Pemicu

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
  • visibility 169
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim dispendukcapil ponorogo lakukan pendataan administrasi kependudukan odgj, Foto : Patria – Sinergia

Sinergia – Kab. Ponorogo – Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ponorogo mengalami peningkatan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat, jika pada 2023 jumlah penderita ODGJ berat mencapai 1.670 orang, kini jumlahnya naik menjadi 1.940 orang.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTM Keswa) Dinkes Ponorogo, Atis Wahyuni, menyebut angka tersebut sudah melampaui prevalensi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Dari data yang ada, lebih dari 1.900 penderita ODGJ di Ponorogo terdiagnosis skizofrenia dan psikotik akut.

“Terjadi peningkatan sebanyak 270 jiwa dari tahun 2023 ke 2024, sebagian besar masuk kategori akut atau skizofrenia,” ujar Atis.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan jumlah ODGJ di Ponorogo. Selain faktor genetik atau keturunan, kondisi ekonomi yang sulit dan tekanan psikososial dalam keluarga juga menjadi pemicu utama.

“Banyak sekali faktornya. Jika dulu lebih banyak disebabkan faktor genetik, kini pola itu mulai bergeser. Saat ini, faktor ekonomi dan tekanan dalam keluarga lebih banyak berperan. Konflik dalam rumah tangga atau masalah pekerjaan bisa memicu stres yang berdampak pada kesehatan jiwa seseorang,” jelasnya.

Mayoritas penderita ODGJ di Ponorogo berusia di atas 35 tahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tren peningkatan juga mulai terlihat pada kelompok usia remaja.

“Kasus ODGJ pada usia 15 hingga 17 tahun juga mulai meningkat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Atis menegaskan bahwa perspektif terhadap kesehatan jiwa kini semakin berkembang. Jika sebelumnya hanya berfokus pada aspek psikologis, kini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.28/2024, aspek spiritual dan emosional juga dinilai berperan dalam menjaga kesehatan mental.

“Kesehatan jiwa dan fisik adalah dua hal yang saling berkaitan. Jika mental seseorang sehat, maka keseimbangan hormon dan daya tahan tubuhnya juga akan lebih baik,” pungkasnya.

Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umat Tri Dharma Kota Madiun Laksanakan Sembahyang Malam Imlek

    Umat Tri Dharma Kota Madiun Laksanakan Sembahyang Malam Imlek

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Umat Tri Dharma melaksanakan sembahyang malam tahun baru Imlek 2576 Kongzili di TITD Hwie Ing Kiong Madiun pada selasa malam (28/1/2025). Para umat dan simpatisan Tri Dharma sangat khidmat dalam mengikuti rangkaian ibadah imlek. Ibadah ini di ikuti oleh kurang lebih sebanyak 50 jemaat. “Pada hari ini kita melaksanakan ibadah […]

    Bagikan
  • DUH ! Ibu di Magetan Tertipu Mahasiswi Mengaku Dukun, Kerugian Miliaran Rupiah

    DUH ! Ibu di Magetan Tertipu Mahasiswi Mengaku Dukun, Kerugian Miliaran Rupiah

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satreskrim Polres Magetan menangkap seorang dukun palsu yang diduga melakukan penipuan terhadap S (46) warga Magetan. Pelaku berinisial NYW alias Yana alias Eno (28), perempuan asal Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang akhirnya ditangkap setelah serangkaian aksi tipu muslihatnya terbongkar. Modusnya mengaku bisa memindahkan janin dari dalam kandungan yang merugikan korban […]

    Bagikan
  • Pantau Ketinggian Banjir, Mobil Dinas Bupati Terjang Air Bah di pintu 12 Balerejo

    Pantau Ketinggian Banjir, Mobil Dinas Bupati Terjang Air Bah di pintu 12 Balerejo

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi terpantau kompak berbagi tugas dalam memantau perkembangan banjir bandang yang terjadi sejak Sabtu malam kemarin. Usai sholat dhuhur, dari pendopo Muda Graha Bupati Madiun Hari Wuryanto ditemani Kepala Dispenduk Capil Sigit Budiarto mulai bergerak meninjau ketinggian permukaan air di stasiun […]

    Bagikan
  • Merek Kelas 41 PSHT Kembali Dipersoalkan, Ini Kata Mantan LHA PSHT Pusat Madiun

    Merek Kelas 41 PSHT Kembali Dipersoalkan, Ini Kata Mantan LHA PSHT Pusat Madiun

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Terbitnya sertifikat merek kelas 41 Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dinilai belum otomatis mengakhiri persoalan hukum terkait kepemilikan merek organisasi tersebut. Mantan Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) PSHT Pusat Madiun, Sukriyanto, mempertanyakan penerbitan merek kelas 41 yang kini tercatat atas nama Persaudaraan Setia Hati Terate yang dipegang kepengurusan Ketua Umum M Taufiq. […]

    Bagikan
  • Paripurna Penyampaian RPJMD Ponorogo 2025–2030, DPRD Lanjutkan dengan Pansus

    Paripurna Penyampaian RPJMD Ponorogo 2025–2030, DPRD Lanjutkan dengan Pansus

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD Ponorogo kembali menggelar rapat paripurna pada Senin (14/4/2025), dengan agenda penyampaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2030. Rapat paripurna digelar di ruang rapat lantai II Bappeda, Jalan Alun-alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Dalam rapat tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan arah pembangunan Ponorogo lima tahun ke depan. […]

    Bagikan
  • Ratusan Hektar Cengkeh Mati Diserang Bakteri, Petani Rugi Puluhan Juta

    Ratusan Hektar Cengkeh Mati Diserang Bakteri, Petani Rugi Puluhan Juta

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan hektar tanaman cengkeh di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, mati akibat serangan Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC). Serangan penyakit tanaman ini membuat petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena gagal panen. Kondisi memprihatinkan itu tampak di Desa Kare, Senin (20/10/2025). Hampir seluruh pohon cengkeh di lahan warga tampak gundul […]

    Bagikan
expand_less