Berita Terkini
Trending Tags

Timah Panas Bersarang di Kaki Perampok Pecah Kaca Mobil di Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 154
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
pelaku perampokan di hadiahi timah panas ( foto : Ega Patria – Sinergia)

Sinergia | Ponorogo – Dua dari empat pelaku perampokan uang nasabah bank dengan modus pecah kaca mobil di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berhasil dibekuk tim Resmob Polres Ponorogo. Salah satu pelaku terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat diminta menunjukkan lokasi persembunyian rekannya.

Kedua pelaku ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran intensif selama hampir dua pekan. Salah satu tersangka, Antoni (43), warga Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, ditangkap saat akan melakukan aksi serupa di Kabupaten Probolinggo. Ia kemudian dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kanannya dan langsung dilarikan ke UGD RSU Aisyiyah Ponorogo pada Minggu (18/05/2025).

Tersangka lain, Mahesa, kini masih dalam pengembangan penyidikan oleh pihak kepolisian. Keduanya diketahui merupakan residivis spesialis perampokan nasabah bank yang sudah dua kali keluar masuk penjara akibat kasus serupa di wilayah Lumajang dan Yogyakarta.

“Pada 5 Mei itu, para pelaku membuntuti korban yang baru saja mencairkan uang sebesar Rp380 juta dari sebuah bank. Saat korban singgah di sebuah kamar kos di Jalan Wibisono, para pelaku langsung memecah kaca mobil dan membawa kabur uang yang masih disimpan di dalam mobil,” ujar Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo, Ipda Bambang Santoso.

Diketahui, Antoni merupakan pelaku utama sekaligus eksekutor dalam aksi tersebut.

“Itu tersangka utama, inisial A, kita tangkap di Probolinggo bersama barang bukti. Satu pelaku lagi ditangkap di Bekasi. Dua lainnya masih buron dan sedang kita kembangkan,” ujarnya.

Saat diminta menunjukkan lokasi pertemuan dengan dua rekannya yang buron, Antoni justru berusaha kabur sehingga polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur.

Hingga kini, polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang identitasnya sudah diketahui.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

    Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkara cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh pihak istri masih mendominasi angka perceraian di Kabupaten Magetan sepanjang 2025. Banyak di antaranya melibatkan istri yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri. Berdasarkan data laporan tahunan Pengadilan Agama (PA) Magetan, sepanjang 2025 tercatat 848 perkara cerai gugat dan 308 […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Enggan Beberkan Hasil Uji Lab Makanan Dari SPPG Cinta Anak Klecorejo 

    Dinkes Madiun Enggan Beberkan Hasil Uji Lab Makanan Dari SPPG Cinta Anak Klecorejo 

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua pekan berlalu sejak puluhan murid dari tiga sekolah dasar di Kabupaten Madiun mengalami gejala keracunan massal. Namun sayangnya penyebab pasti dugaan keracunan masih belum terungkap. Hasil uji laboratorium yang diharapkan dapat menjelaskan sumber masalah justru belum diumumkan ke publik oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun. Insiden keracunan terjadi pada […]

    Bagikan
  • Wagub Emil Dardak : Jangan Pernah Mau Ada Iuran di SMA/SMK

    Wagub Emil Dardak : Jangan Pernah Mau Ada Iuran di SMA/SMK

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Persoalan penarikan iuran oleh SMA Negeri 2 Mejayan kepada orang tua/walimurid mendapatkan tanggapan dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Dalam unggahan di akun Instagram @emildardak pada Rabu (04/06/2025), ditegaskan agar jangan pernah mau jika ada yang memaksakan iuran di SMA/SMK di Jawa Timur. Pemprov Jatim menegaskan jika tidak […]

    Bagikan
  • Pengasuh Ponpes di Ngawi Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Tiga Santriwati

    Pengasuh Ponpes di Ngawi Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Tiga Santriwati

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 1.551
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seorang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ngawitan Sunan Kalijogo di Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan terhadap tiga santriwati. Terlapor diketahui adalah DAN (50). Kasus ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ngawi setelah para korban resmi melapor pada Jumat […]

    Bagikan
  • Perempuan Asal Pangkur Ditemukan Tewas di Sungai Bengawan Madiun, Polisi Dalami Dugaan Bunuh Diri

    Perempuan Asal Pangkur Ditemukan Tewas di Sungai Bengawan Madiun, Polisi Dalami Dugaan Bunuh Diri

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia setelah diduga menceburkan diri ke Sungai Bengawan Madiun di wilayah Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Rabu (15/7/2026) sore. Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga karena aksi korban sebelum terjun ke sungai terekam dalam video yang beredar di masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung sekitar pukul […]

    Bagikan
  • BPBD Madiun Petakan Wilayah Rawan Kekeringan, Perkuat Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026

    BPBD Madiun Petakan Wilayah Rawan Kekeringan, Perkuat Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Sedikitnya 20 titik wilayah telah dipetakan sebagai daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Sementara kawasan hutan di sejumlah kecamatan juga menjadi perhatian khusus karena rawan kebakaran hutan dan lahan […]

    Bagikan
expand_less