Lansia Ngebrok di Kota Madiun Masuk Desil 6-7, Ini Langkah Pemkot Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 20
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Persoalan tingkat desil kembali ditemukan di Kota Madiun. Bahkan, sejumlah lansia ngebrok tercatat masuk dalam desil 6-7. Temuan tersebut diketahui saat Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun bersama jajaran OPD Pemkot Madiun melakukan monitoring ke lapangan pada Kamis (17/9/2026).
Menurut Bagus, masuknya lansia ke desil diatas 5 tersebut di pengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya terkait nama yang bersangkutan dipinjam seseorang untuk melakukan pinjaman.
“Iya (temuan desil-red). Makanya desil ini kan sudah disisir sama Lurah-lurah. Mereka keliling sekaligusmenginformasikan desil-desil yang belum balik ya,” ujarnya.
Pemkot Madiun melalui Dinas Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat juga tengah melakukan pemuktahiran data desil. Selain itu, juga melibatkan Petugas Sosial Masyarakat (PSM) yang turun langsung membantu untuk pendataan. Disisi lain, banyak masyarakat yang desilnya berubah telah melapor ke Dinsos,Kelurahan maupun ke BPS langsung.
“Ini Dinsos terus bekerja sama dengan lurah, PSM. Ini terus pemutakhiran supaya dengan BPS juga, supaya ini nanti kembali ke yang desil real sebenarnya,” tegas Bagus.
Perubahan desil tersebut mempengaruhi bantuan sosial yang semestinya diterima. Untuk itu, Pemkot Madiun mengambil langkah untuk menggandeng sejumlah stakeholder seperti Baznas untuk penyaluran bantuan. Hal itu sembari menunggu proses pemuktahiran data desil.
“Makanya saat kita intervensi belum dapat, kita ngelibatin teman-teman dari Baznas. Itu untuk memberikan bantuan secara langsung. Bantuan tidak berupa uang tetapi barang kebutuhan lansia atau warga yang membutuhkan,” imbuhnya.
Judul : Cek Insfratruktur Jalan dan Saluran, Pemkot Madiun Targetkan Rampung Dalam 2 Bulan
Sementara itu, dalam kesempatan ini, Plt Wali Kota Madiun juga meninjau sejumlah sarana infrastruktur seperti jalan hingga saluran. Penanganan kerusakan akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang ditargetkan dalam 2 bulan kedepan. Seperti pengaspalan Jalan Pahlawan, Jalan Merapi hingga perbaikan penutup saluran di Jalan Pandan.
“Jadi gini Jalan Semeru sampai Merapi itu ada jalur cross saluran, sehingga nanti ada lubang di sisi barat yang belum diaspal itu. Kalau saya aspal sekarang, keburu dibongkar nanti. Nah, ini nanti setelah dibongkar, diaspal, Jalan Merapi semuanya langsung diaspal barengan. Sehingga butuh waktu kurang lebih 60 hari ke depan selesai,” pungkas Bagus. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





