Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Singkong Jadi Dimsum? Inovasi Lokal Yang Menculik Perhatian

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 346
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mahasiswa Kelas 5C Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Madiun,
Foto : Dok Universitas PGRI Madiun

Sinergia | Di tengah berkembangnya tren kuliner modern saat ini, Mahasiswa Kelas 5C Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Madiun mampu menghadirkan sebuah gagasan inovatif melalui produk Kong’s Dimsum. Inovasi ini lahir dari proyek mata kuliah Manajemen Inovasi dan Kreativitas dengan dosen pengampu mata kuliah bapak Hendra Setiawan, S.E., M.M. yang mendorong kreativitas setiap mahasiswa serta mendorong mahasiswa untuk menciptakan produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Singkong selama ini hanya dikenal sebagai bahan pangan lokal yang identik dengan olahan sederhana. Tanpa diketahui banyak orang, bahwa singkong memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk makanan yang lebih modern dengan pengolahan yang tepat. Melalui Kong’s Dimsum, singkong diangkat sebagai bahan utama dimsum, sehingga menghasilkan produk yang berbeda dari dimsum di pasaran saat ini yang umumnya  menggunakan bahan dasar tepung terigu.

Perubahan pola konsumsi masyarakat saat ini, khususnya pada generasi muda turut mendorong kebutuhan camilan yang tidak hanya mengenyangkan, namun juga unik, praktis, dan memiliki cita rasa khas. Dimsum sebagai salah satu makanan populer dinilai memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan melalui inovasi bahan baku dan pendamping rasa. Oleh karena itu, Kong’s Dimsum hadir sebagai alternatif camilan modern yang memadukan konsep dimsum kekinian dengan pemanfaatan pangan lokal.

Dalam proses pengembangan, trial and error dilaksanakan guna mendapatkan rasa yang tepat. Singkong diolah sedemikian rupa agar menghasilkan tekstur yang lembut dan tetap sesuai dengan karakteristik dimsum. Untuk melengkapi cita rasa dan meningkatkan kandungan gizi,  daging ayam digunakan sebagai bahan campuran, karena pada dasarnya bahan utama dalam pembuatan dimsum terletak tetap kepada daging ayam. Daging ayam memiliki protein yang tinggi serta memiliki rasa gurih yang mudah diterima oleh berbagai kalangan. Perpaduan tersebut menghasilkan dimsum yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki keseimbangan antara rasa dan nilai gizi.

Image Not Found
Dimsum dengan hasil olahan dari singkong inovatif baru melalui produk Kong’s Dimsum, foto : Universitas PGRI Madiun

Selain itu, Kong’s Dimsum memiliki keunikan yang berbeda yaitu terletak pada pilihan saus pendamping, salah satunya adanya kehadiran sambal matah yang menjadi ciri khas produk. Sambal matah dipilih karena mampu menghadirkan rasa segar, pedas, dan aromatik yang khas nusantara. Perpaduan dimsum singkong dengan sambal matah memberikan pengalaman rasa yang berbeda sekaligus memperkuat identitas lokal dalam sajian dimsum modern. Selain sambal matah, pilihan saus lainnya seperti pada umumnya yaitu ada mentai dan chili oil untuk menjangkau selera konsumen yang lebih luas.

Dari sisi pencapaian, pelaksanaan proyek ini Kong’s Dimsum mampu menunjukkan hasil yang luar biasa. Produk yang dikembangkan ini dapat diterima dalam masyarakat luas lewat proses pemasaran yang dilakukan pada event Car Free Day yang berlokasi di pinggiran sungai Bantaran, Kota Madiun. Selain itu, produk yang kami kembangkan mampu melewati target awal yang telah ditetapkan, baik dari segi produksi maupun penerimaan konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis pangan lokal mampu menembus pasar yang cukup besar apabila dikemas dengan konsep yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Keberhasilan tersebut juga didukung oleh strategi promosi yang dilakukan secara aktif melalui berbagai media sosial dengan nama @kongsdimsum. Promosi digital dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan produk, membangun citra merek, serta menjangkau konsumen secara lebih luas. Konten promosi disusun secara kreatif dan konsisten sehingga mampu menarik perhatian audiens dan meningkatkan minat terhadap produk Kong’s Dimsum.

Selain memiliki nilai ekonomis, Kong’s Dimsum juga mengandung nilai edukatif. Dengan inovasi yang menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk modern yang memiliki daya saing tanpa kehilangan identitas aslinya. Dengan demikian, Kong’s Dimsum turut mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal yang kreatif dan berkelanjutan. Kong’s Dimsum dapat menjadi wujud inovasi kuliner berbasis pangan lokal yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan camilan yang praktis, lezat, unik, dan bernilai tambah. Dimsum tidak hanya sebagai produk inovasi, tetapi juga sebagai peluang usaha kuliner yang menjanjikan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi lokal melalui kreativitas dan kewirausahaan. Menurut Ketua Kelompok, Inovasi ini adalah buah dari kreativitas anak-anak yang tentunya sebagai wujud implementasi dari mata kuliak MIK (Manajemen Inovasi dan Kreativitas) serta diharapakan kedepannya produk yang kami kembangkan ini menjadi insprasi dan dijadikan sebagai peluang usaha yang berkelanjutan.(Tim Sinergia).

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minyakita Langka di Pasar Tradisional Ngawi, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter

    Minyakita Langka di Pasar Tradisional Ngawi, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional di Ngawi, Jawa Timur. Sejak dua bulan terakhir, komoditas tersebut sulit ditemukan di lapak pedagang. Kalaupun tersedia, harganya melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini masih terjadi pada Senin (20/4/2026) pagi. Minyakita dijual […]

    Bagikan
  • 438 Warga Ikut Mudik Balik Gratis Pemkab Madiun, Sembilan Bus Diberangkatkan ke Jakarta dan Surabaya

    438 Warga Ikut Mudik Balik Gratis Pemkab Madiun, Sembilan Bus Diberangkatkan ke Jakarta dan Surabaya

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebanyak 438 warga mengikuti program mudik balik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perhubungan pada Senin (23/3/2026). Program tahunan ini ditujukan untuk membantu masyarakat kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran 2026 di kampung halaman. Pemberangkatan peserta dilakukan dari halaman Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban. Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama sejumlah […]

    Bagikan
  • Kurang Konsentrasi Saat Menyebrang, Pengendara Motor Tertabrak Pick Up di Jenangan

    Kurang Konsentrasi Saat Menyebrang, Pengendara Motor Tertabrak Pick Up di Jenangan

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Halim Perdana Kusuma, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jumat (19/12/2025) pagi. Seorang pengendara sepeda motor tertabrak mobil pick up saat hendak menyeberang jalan. Beruntung, korban hanya mengalami luka ringan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Mobil pick up yang dikemudikan Jefry Nanda (27), […]

    Bagikan
  • Kebakaran Lereng Wilis Dekati Perbatasan Madiun – Nganjuk, 5 Hektare Hutan Terbakar

    Kebakaran Lereng Wilis Dekati Perbatasan Madiun – Nganjuk, 5 Hektare Hutan Terbakar

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kebakaran hutan melanda kawasan lereng Gunung Wilis di wilayah Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, dalam dua hari terakhir. Api sempat membakar kawasan padang sabana dan hutan pinus di sekitar Bukit Pangangonan hingga mencapai sekitar 5 hektare. Perhutani bersama kepolisian, BPBD, dan masyarakat melakukan pemantauan di lokasi pada Kamis (17/9/2026). Langkah tersebut dilakukan […]

    Bagikan
  • 10 Bus Balik Gratis Berangkat dari Terminal Purboyo Menuju Jabodetabek

    10 Bus Balik Gratis Berangkat dari Terminal Purboyo Menuju Jabodetabek

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) kembali memfasilitasi balik gratis bagi masyarakat. Seperti yang terlihat di Terminal Tipe A Purboyo Madiun pada Sabtu (05/04/2025), 10 bus balik gratis telah siap mengangkut sekitar 500 orang. Wali Kota Madiun, Maidi serta Amirulloh, Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Hubdat dan […]

    Bagikan
  • Tak Patut Ditiru! Batu Ditaruh di Atas Rel, Perjalanan KA di Tulungagung Terganggu

    Tak Patut Ditiru! Batu Ditaruh di Atas Rel, Perjalanan KA di Tulungagung Terganggu

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Tulungagung — Perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun sempat terganggu setelah ditemukan batu yang diduga sengaja diletakkan di atas rel oleh orang tidak dikenal (OTK), Minggu (20/9/2026). Benda tersebut ditemukan di KM 147+7/9, petak jalan antara Stasiun Sumbergempol dan Stasiun Ngunut, Kabupaten Tulungagung, sekitar pukul 09.45 WIB. Batu diketahui […]

    Bagikan
expand_less