Berita Terkini
Trending Tags

Nguri-Uri Budaya Jawa, Pemerintah Kota Madiun Gelar Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 230
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Para pemenang Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026. (10/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Keseriusan, ketelitian dan kesibukan para perias memenuhi ruangan sejak pagi. Di balik sentuhan kuas dan ketelitian membentuk paes, tersimpan semangat besar untuk menjaga warisan budaya Jawa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Sebanyak 18 peserta dari berbagai salon dan makeup artist (MUA) di Kota Madiun ambil bagian dalam Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026 yang digelar Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif.

“Budaya pernikahan Jawa ini harus tetap dipertahankan. Di sini kami mengundang pasangan pengantin yang akan menikah dan didukung oleh para budayawan serta makeup artist. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif Kota Madiun,” ujar Sekretaris Disbudparpora Kota Madiun, Mas Kahono Pekik Hari Prasetyo.

Menurutnya, lomba tersebut juga menjadi sarana mencari bibit-bibit MUA terbaik yang nantinya dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi perias lain di Kota Madiun.

“Harapan kami para MUA bisa meningkatkan kualitas hasil karyanya sehingga menjadi standar dan tolak ukur tata rias pengantin di Kota Madiun,” katanya.

Gandhi Hatmoko, Ketua Juri Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026 menjelaskan bahwa kompetisi tersebut memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar mencari pemenang.

Menurutnya, lomba tata rias pengantin adat Jawa menjadi sarana memperkenalkan budaya kepada generasi muda agar tidak melupakan jati diri bangsa.

“Melalui lomba ini generasi muda bisa terinspirasi untuk melestarikan budaya. Tidak hanya memahami tradisinya, tetapi juga tertarik menjadi perias pengantin adat Jawa,” ungkap Gandhi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang pernikahan, mulai dari persewaan busana, aksesori hingga jasa tata rias.

Image Not Found
Detail paes dan tata rias pengantin Jawa. (10/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Dalam penilaian, juri memperhatikan tiga unsur utama yakni teknik dan kehalusan riasan, kreativitas, serta penampilan keseluruhan. Khusus untuk gaya Solo Putri yang menjadi tema, ketepatan paes, penataan sanggul, busana, dan aksesori menjadi perhatian penting.

“Harapan kami generasi muda semakin mencintai budaya sendiri. Pemerintah juga diharapkan terus menyelenggarakan kegiatan seperti ini setiap tahun karena manfaatnya besar, baik untuk pelestarian budaya maupun masyarakat,” tuturnya.

Dari belasan peserta yang berkompetisi, nama Widarti, pemilik Mataram Salon di Kelurahan Ngegong, Kota Madiun, berhasil keluar sebagai Juara 1 Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026.

Kemenangan itu justru datang di luar dugaan perempuan yang telah menekuni dunia tata rias sejak 1992 tersebut.

“Deg-degan saya. Sama sekali tidak menyangka bisa menang, apalagi banyak salon besar yang ikut. Saya hanya terus menggeluti budaya ini karena memang cinta,” ujarnya dengan senyuman.

Baginya, kecintaan terhadap budaya menjadi kunci utama keberhasilan. Sejak kecil, Widarti sudah dekat dengan dunia seni, mulai dari tari hingga tata rias.Dalam merias pengantin Jawa, ia meyakini bahwa kehalusan menjadi unsur yang tidak boleh ditinggalkan. Tata rias harus mampu mempercantik wajah pengantin tanpa menghilangkan karakter aslinya.

“Make up itu harus halus dan tidak mencolok. Perias harus bisa menyesuaikan dengan bentuk wajah pengantin sehingga hasilnya tetap cantik dan elegan,” katanya.

Dedikasi Widarti terlihat dari persiapan yang dilakukan. Ia mulai merias sejak pukul 04.30 WIB agar seluruh proses selesai tepat waktu sesuai jadwal lomba.Meski telah puluhan tahun berkecimpung di dunia tata rias, ia mengaku tetap antusias setiap kali mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan budaya Jawa.

“Senang sekali karena Kota Madiun terus mengadakan kegiatan seperti ini untuk melestarikan budaya,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, delapan pasang pengantin yang telah dirias dengan berbagai sentuhan terbaik akhirnya menjadi pusat perhatian. Mereka menjalani akad nikah hingga resepsi dalam suasana penuh kebahagiaan di Rumah Dinas Wali Kota Madiun.

Selain itu, pengantin wanita dan model dari para petugas pun dengan anggun berjalan cat walk. Perpaduan antara kompetisi, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan fasilitasi pernikahan tersebut menjadikan acara ini lebih dari sekadar lomba.

Di balik paes yang rapi dan busana yang anggun, tersimpan pesan bahwa budaya Jawa tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kota Madiun dan layak diwariskan kepada generasi berikutnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Karena Ugal Ugalan, 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Ngawi

    Diduga Karena Ugal Ugalan, 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Ngawi

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kab Ngawi – Sebanyak 3 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Ngawi-Mantingan, masuk Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Senin (06/01/2025) pukul 02.00 WIB. 3 kendaraan itu antara lain Bus Sugeng Rahayu nopol W 7359 UP, dikemudikan M Fahrul Khoirul (30), warga Kelurahan Trate, Kabupaten Gresik, Bus Sumber Selamat nopol W 7332 UP, dengan […]

    Bagikan
  • Rentetan Longsor di Magetan, Jalan Tertutup, Air Bersih Terputus, Sekolah Terdampak

    Rentetan Longsor di Magetan, Jalan Tertutup, Air Bersih Terputus, Sekolah Terdampak

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magetan selama lebih dari dua pekan memicu rentetan longsor di tiga lokasi berbeda pada Jumat (23/05/2025). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini mengganggu aktivitas warga, merusak infrastruktur, dan memicu krisis air bersih di beberapa titik. Longsor pertama terjadi di jalur penghubung antara Wonomulyo dan […]

    Bagikan
  • Harga Telur di Pasar Ngawi Melonjak Jadi Rp27 Ribu per Kilogram, Ini Keluhan Pedagang

    Harga Telur di Pasar Ngawi Melonjak Jadi Rp27 Ribu per Kilogram, Ini Keluhan Pedagang

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan tajam dalam sepekan terakhir. Di Pasar Besar Ngawi, harga telur yang sebelumnya dijual sekitar Rp20.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp27.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan. Para pedagang […]

    Bagikan
  • Kebakaran di Maospati Magetan Tewaskan Kakek 60 Tahun Penderita Stroke

    Kebakaran di Maospati Magetan Tewaskan Kakek 60 Tahun Penderita Stroke

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Kelurahan Kraton, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Senin malam (21/7/2025). Insiden memilukan ini menewaskan satu orang penghuni rumah, seorang pria lanjut usia yang diketahui menderita stroke. Korban bernama Paulus Emanua (60) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terjebak di dalam rumah yang terbakar. […]

    Bagikan
  • Ratusan Becak Listrik Dibagikan di Madiun, Diprioritaskan untuk Tukang Becak Lansia

    Ratusan Becak Listrik Dibagikan di Madiun, Diprioritaskan untuk Tukang Becak Lansia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Ratusan becak listrik kembali diserahkan kepada tukang becak di Kabupaten Madiun oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Minggu (8/2/2026). Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan pekerjaan para pengemudi becak, khususnya yang telah berusia lanjut. Penyerahan dilakukan di Pendopo Ronggo Djumeno dan dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran Forkopimda. Becak listrik […]

    Bagikan
  • Kemenag Magetan Gelar Pembekalan Calon Jemaah Haji, Teknis Pemberangkatan Berubah

    Kemenag Magetan Gelar Pembekalan Calon Jemaah Haji, Teknis Pemberangkatan Berubah

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menggelar kegiatan pembekalan bagi 429 calon jemaah haji pada Sabtu (10/5/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas perubahan teknis pemberangkatan jemaah haji akibat kebijakan terbaru dari Pemerintah Arab Saudi.  Calon jemaah yang sebelumnya terbagi dalam 9 rombongan dan 1 rombongan tambahan, semula dijadwalkan berangkat […]

    Bagikan
expand_less