Berita Terkini
Trending Tags

Nguri-Uri Budaya Jawa, Pemerintah Kota Madiun Gelar Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 181
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Para pemenang Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026. (10/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Keseriusan, ketelitian dan kesibukan para perias memenuhi ruangan sejak pagi. Di balik sentuhan kuas dan ketelitian membentuk paes, tersimpan semangat besar untuk menjaga warisan budaya Jawa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Sebanyak 18 peserta dari berbagai salon dan makeup artist (MUA) di Kota Madiun ambil bagian dalam Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026 yang digelar Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif.

“Budaya pernikahan Jawa ini harus tetap dipertahankan. Di sini kami mengundang pasangan pengantin yang akan menikah dan didukung oleh para budayawan serta makeup artist. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif Kota Madiun,” ujar Sekretaris Disbudparpora Kota Madiun, Mas Kahono Pekik Hari Prasetyo.

Menurutnya, lomba tersebut juga menjadi sarana mencari bibit-bibit MUA terbaik yang nantinya dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi perias lain di Kota Madiun.

“Harapan kami para MUA bisa meningkatkan kualitas hasil karyanya sehingga menjadi standar dan tolak ukur tata rias pengantin di Kota Madiun,” katanya.

Gandhi Hatmoko, Ketua Juri Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026 menjelaskan bahwa kompetisi tersebut memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar mencari pemenang.

Menurutnya, lomba tata rias pengantin adat Jawa menjadi sarana memperkenalkan budaya kepada generasi muda agar tidak melupakan jati diri bangsa.

“Melalui lomba ini generasi muda bisa terinspirasi untuk melestarikan budaya. Tidak hanya memahami tradisinya, tetapi juga tertarik menjadi perias pengantin adat Jawa,” ungkap Gandhi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang pernikahan, mulai dari persewaan busana, aksesori hingga jasa tata rias.

Image Not Found
Detail paes dan tata rias pengantin Jawa. (10/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Dalam penilaian, juri memperhatikan tiga unsur utama yakni teknik dan kehalusan riasan, kreativitas, serta penampilan keseluruhan. Khusus untuk gaya Solo Putri yang menjadi tema, ketepatan paes, penataan sanggul, busana, dan aksesori menjadi perhatian penting.

“Harapan kami generasi muda semakin mencintai budaya sendiri. Pemerintah juga diharapkan terus menyelenggarakan kegiatan seperti ini setiap tahun karena manfaatnya besar, baik untuk pelestarian budaya maupun masyarakat,” tuturnya.

Dari belasan peserta yang berkompetisi, nama Widarti, pemilik Mataram Salon di Kelurahan Ngegong, Kota Madiun, berhasil keluar sebagai Juara 1 Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026.

Kemenangan itu justru datang di luar dugaan perempuan yang telah menekuni dunia tata rias sejak 1992 tersebut.

“Deg-degan saya. Sama sekali tidak menyangka bisa menang, apalagi banyak salon besar yang ikut. Saya hanya terus menggeluti budaya ini karena memang cinta,” ujarnya dengan senyuman.

Baginya, kecintaan terhadap budaya menjadi kunci utama keberhasilan. Sejak kecil, Widarti sudah dekat dengan dunia seni, mulai dari tari hingga tata rias.Dalam merias pengantin Jawa, ia meyakini bahwa kehalusan menjadi unsur yang tidak boleh ditinggalkan. Tata rias harus mampu mempercantik wajah pengantin tanpa menghilangkan karakter aslinya.

“Make up itu harus halus dan tidak mencolok. Perias harus bisa menyesuaikan dengan bentuk wajah pengantin sehingga hasilnya tetap cantik dan elegan,” katanya.

Dedikasi Widarti terlihat dari persiapan yang dilakukan. Ia mulai merias sejak pukul 04.30 WIB agar seluruh proses selesai tepat waktu sesuai jadwal lomba.Meski telah puluhan tahun berkecimpung di dunia tata rias, ia mengaku tetap antusias setiap kali mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan budaya Jawa.

“Senang sekali karena Kota Madiun terus mengadakan kegiatan seperti ini untuk melestarikan budaya,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, delapan pasang pengantin yang telah dirias dengan berbagai sentuhan terbaik akhirnya menjadi pusat perhatian. Mereka menjalani akad nikah hingga resepsi dalam suasana penuh kebahagiaan di Rumah Dinas Wali Kota Madiun.

Selain itu, pengantin wanita dan model dari para petugas pun dengan anggun berjalan cat walk. Perpaduan antara kompetisi, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan fasilitasi pernikahan tersebut menjadikan acara ini lebih dari sekadar lomba.

Di balik paes yang rapi dan busana yang anggun, tersimpan pesan bahwa budaya Jawa tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kota Madiun dan layak diwariskan kepada generasi berikutnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Jembatan di Bungkal Putus, BPBD Ponorogo Upayakan Jembatan Darurat

    Dua Jembatan di Bungkal Putus, BPBD Ponorogo Upayakan Jembatan Darurat

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dua jembatan di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, putus diterjang derasnya arus sungai. Akibatnya, aktivitas warga di empat RT terganggu dan sekitar 100 kepala keluarga (KK) terisolir. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, mengatakan bahwa dua jembatan yang rusak berada di RT 8 RW 4 dan RT 6 RW […]

    Bagikan
  • Gowes Pantau Fasum Jelang Idul Fitri 1447 H, Plt Wali Kota Soroti Parkir hingga Lampu Hias Mati

    Gowes Pantau Fasum Jelang Idul Fitri 1447 H, Plt Wali Kota Soroti Parkir hingga Lampu Hias Mati

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak kepolisian melakukan kegiatan gowes untuk memantau sejumlah fasilitas umum (Fasum) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini difokuskan pada titik-titik yang diprediksi menjadi pusat keramaian selama arus mudik […]

    Bagikan
  • Ini Link Download Logo Kemerdekaan RI ke-80, Usung tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

    Ini Link Download Logo Kemerdekaan RI ke-80, Usung tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) akhirnya diluncurkan. Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan logo sekaligus tema HUT ke-80 pada Rabu (23/07/2025). Logo yang diluncurkan merupakan karya anak bangsa yang menampilkan angka 8 dan 0, yang menunjukkan arti tanpa batas atau infinity. Dalam rilis yang disampaikan Sekretariat Negara […]

    Bagikan
  • BNPT Ingatkan Bahaya Radikalisme, Magetan Masuk Zona Rawan

    BNPT Ingatkan Bahaya Radikalisme, Magetan Masuk Zona Rawan

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Label zona merah potensi intoleransi dan radikalisme kini melekat pada Kabupaten Magetan. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan daerah ini masuk kategori rawan, sehingga perlu langkah pencegahan lebih serius. Menanggapi kondisi tersebut, BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme. Kegiatan itu […]

    Bagikan
  • Jembatan Ponorogo–Trenggalek Putus, Warga Bertaruh Nyawa di Atas Kereta Gantung Darurat photo_camera 3

    Jembatan Ponorogo–Trenggalek Putus, Warga Bertaruh Nyawa di Atas Kereta Gantung Darurat

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Deru arus Sungai Jabak yang mengganas usai hujan lebat pada awal Januari 2026 menjadi saksi runtuhnya harapan warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Jembatan penghubung utama antara Ponorogo dan Trenggalek yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, ambruk diterjang banjir pada 2 Januari 2026 lalu. Jembatan sepanjang […]

    Bagikan
  • RILIS WALIKOTA

    100 Hari Kerja Maidi-F. Bagus Panuntun Raih Kepuasan Publik Tertinggi di Jatim

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Survei dari The Republik Institute menunjukkan bahwa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun, Maidi dan Bagus Panuntun, menorehkan prestasi gemilang dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan mereka. Hasil survei menempatkan pasangan ini sebagai kepala daerah dengan kinerja terbaik se-Jawa Timur berdasarkan tingkat kepuasan masyarakat yang sangat tinggi terhadap pelayanan […]

    Bagikan
expand_less