Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Nguri-Uri Budaya Jawa, Pemerintah Kota Madiun Gelar Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 287
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Para pemenang Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026. (10/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Keseriusan, ketelitian dan kesibukan para perias memenuhi ruangan sejak pagi. Di balik sentuhan kuas dan ketelitian membentuk paes, tersimpan semangat besar untuk menjaga warisan budaya Jawa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Sebanyak 18 peserta dari berbagai salon dan makeup artist (MUA) di Kota Madiun ambil bagian dalam Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026 yang digelar Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif.

“Budaya pernikahan Jawa ini harus tetap dipertahankan. Di sini kami mengundang pasangan pengantin yang akan menikah dan didukung oleh para budayawan serta makeup artist. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif Kota Madiun,” ujar Sekretaris Disbudparpora Kota Madiun, Mas Kahono Pekik Hari Prasetyo.

Menurutnya, lomba tersebut juga menjadi sarana mencari bibit-bibit MUA terbaik yang nantinya dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi perias lain di Kota Madiun.

“Harapan kami para MUA bisa meningkatkan kualitas hasil karyanya sehingga menjadi standar dan tolak ukur tata rias pengantin di Kota Madiun,” katanya.

Gandhi Hatmoko, Ketua Juri Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026 menjelaskan bahwa kompetisi tersebut memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar mencari pemenang.

Menurutnya, lomba tata rias pengantin adat Jawa menjadi sarana memperkenalkan budaya kepada generasi muda agar tidak melupakan jati diri bangsa.

“Melalui lomba ini generasi muda bisa terinspirasi untuk melestarikan budaya. Tidak hanya memahami tradisinya, tetapi juga tertarik menjadi perias pengantin adat Jawa,” ungkap Gandhi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang pernikahan, mulai dari persewaan busana, aksesori hingga jasa tata rias.

Image Not Found
Detail paes dan tata rias pengantin Jawa. (10/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Dalam penilaian, juri memperhatikan tiga unsur utama yakni teknik dan kehalusan riasan, kreativitas, serta penampilan keseluruhan. Khusus untuk gaya Solo Putri yang menjadi tema, ketepatan paes, penataan sanggul, busana, dan aksesori menjadi perhatian penting.

“Harapan kami generasi muda semakin mencintai budaya sendiri. Pemerintah juga diharapkan terus menyelenggarakan kegiatan seperti ini setiap tahun karena manfaatnya besar, baik untuk pelestarian budaya maupun masyarakat,” tuturnya.

Dari belasan peserta yang berkompetisi, nama Widarti, pemilik Mataram Salon di Kelurahan Ngegong, Kota Madiun, berhasil keluar sebagai Juara 1 Lomba Tata Rias Pengantin Adat Jawa 2026.

Kemenangan itu justru datang di luar dugaan perempuan yang telah menekuni dunia tata rias sejak 1992 tersebut.

“Deg-degan saya. Sama sekali tidak menyangka bisa menang, apalagi banyak salon besar yang ikut. Saya hanya terus menggeluti budaya ini karena memang cinta,” ujarnya dengan senyuman.

Baginya, kecintaan terhadap budaya menjadi kunci utama keberhasilan. Sejak kecil, Widarti sudah dekat dengan dunia seni, mulai dari tari hingga tata rias.Dalam merias pengantin Jawa, ia meyakini bahwa kehalusan menjadi unsur yang tidak boleh ditinggalkan. Tata rias harus mampu mempercantik wajah pengantin tanpa menghilangkan karakter aslinya.

“Make up itu harus halus dan tidak mencolok. Perias harus bisa menyesuaikan dengan bentuk wajah pengantin sehingga hasilnya tetap cantik dan elegan,” katanya.

Dedikasi Widarti terlihat dari persiapan yang dilakukan. Ia mulai merias sejak pukul 04.30 WIB agar seluruh proses selesai tepat waktu sesuai jadwal lomba.Meski telah puluhan tahun berkecimpung di dunia tata rias, ia mengaku tetap antusias setiap kali mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan budaya Jawa.

“Senang sekali karena Kota Madiun terus mengadakan kegiatan seperti ini untuk melestarikan budaya,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, delapan pasang pengantin yang telah dirias dengan berbagai sentuhan terbaik akhirnya menjadi pusat perhatian. Mereka menjalani akad nikah hingga resepsi dalam suasana penuh kebahagiaan di Rumah Dinas Wali Kota Madiun.

Selain itu, pengantin wanita dan model dari para petugas pun dengan anggun berjalan cat walk. Perpaduan antara kompetisi, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan fasilitasi pernikahan tersebut menjadikan acara ini lebih dari sekadar lomba.

Di balik paes yang rapi dan busana yang anggun, tersimpan pesan bahwa budaya Jawa tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kota Madiun dan layak diwariskan kepada generasi berikutnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Idul Adha, DKPP Madiun Gencar Pemeriksaan Kesehatan

    Jelang Idul Adha, DKPP Madiun Gencar Pemeriksaan Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang perayaan Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun meningkatkan upaya pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban dengan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan. Salah satu kegiatan dilakukan di Pasar Hewan Bajulan, Kecamatan Saradan, Selasa pagi (03/06/2025). Tim dokter hewan memeriksa dengan teliti kondisi fisik sapi dan kambing, mulai […]

    Bagikan
  • THM Dilarang Beroperasi Selama Ramadhan, Pemkab Madiun Batasi Jam Operasional Bilyard

    THM Dilarang Beroperasi Selama Ramadhan, Pemkab Madiun Batasi Jam Operasional Bilyard

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 100.3.4.2/217.402.119/2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan di Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H / 2025 M. SE ini mengatur pembatasan jam operasional tempat hiburan malam (THM) serta usaha sejenis selama bulan Ramadhan 2025. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol […]

    Bagikan
  • Tangis Duka Keluarga Korban saat Tabur Bunga Perlintasan JPL 08 Magetan

    Tangis Duka Keluarga Korban saat Tabur Bunga Perlintasan JPL 08 Magetan

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Lalu lintas di perlintasan kereta api Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali normal, Selasa pagi (20/05/2025), usai insiden tragis sehari sebelumnya. Kecelakaan yang melibatkan KA Malioboro Ekspres dengan tujuh sepeda motor itu menewaskan empat orang di tempat dan melukai lima lainnya. Pasca tragedi tersebut, pengguna jalan yang […]

    Bagikan
  • Pencak Silat Militer Curi Perhatian di Kirab Budaya Pencak Silat Kota Madiun

    Pencak Silat Militer Curi Perhatian di Kirab Budaya Pencak Silat Kota Madiun

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Pemerintah Kota Madiun menggelar Kirab Budaya Pencak Silat yang melibatkan berbagai perguruan silat, Kamis (25/6/2026). Kirab yang berlangsung meriah itu diawali dari depan Balai Kota Madiun dan berakhir di Alun-Alun Kota Madiun. Sejumlah perguruan silat yang turut ambil bagian dalam kirab tersebut antara […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hanguskan Ruang Arsip Kantor Kecamatan Ngrambe, Petugas dan Warga Berjibaku Padamkan Api

    Kebakaran Hanguskan Ruang Arsip Kantor Kecamatan Ngrambe, Petugas dan Warga Berjibaku Padamkan Api

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah ruang arsip di Kantor Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, dilalap api pada Minggu siang (18/1/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu sempat menimbulkan kepanikan, lantaran ruangan yang terbakar menyimpan banyak dokumen penting dan berisi bahan mudah terbakar. Kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melihat asap mengepul […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Madiun Minta Target Pembangunan Tidak Melenceng dari Rencana

    Plt Wali Kota Madiun Minta Target Pembangunan Tidak Melenceng dari Rencana

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun memberikan peringatan keras kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Salah satunya terkait pemahaman terhadap arah pembangunan daerah hingga tingkat paling bawah. Hal itu ditegaskan, Bagus dalam Apel Kerja Pejabat dan ASN di halaman Balai Kota Madiun pada […]

    Bagikan
expand_less