Proyek Jembatan Klir, Dinas PUPR Siapkan Anggaran Rp. 2 Milyar Rekonstruksi Jalan Masuk Ke Desa Klumutan
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 103
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pasca diresmikan proyek jembatan di Desa Klumutan Kec Saradan, Pemkab Madiun kembali menggelontor anggaran khusus perbaikan jalan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) disiapkan anggaran Rp. 2 Milyar lebih untuk rekonstruksi jalan masuk ke Desa Klumutan.
Jejak digital di laman Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP), ruas jalan yang bakal dibangun meliputi Desa Sumbersari hingga Dusun Mbruwok Desa Klumutan. Nilainya tembus Rp. 1.2 Milyar.
Titik berikutnya adalah ruas jalan antara Desa Sidorejo Kec Saradan menuju ke utara atau masuk ke Desa Klumutan. Rekonstruksi jalan ini telah disiapkan anggaran Rp. 820 Juta. Dua titik ruas jalan penghubung ini sangat ditunggu warga Desa Klumutan.
Namun hingga pertengahan tahun 2026, proyek pengadaan fisik untuk perbaikan jalan rusak belum juga berjalan. Penyebab utamanya adalah kelangkaan aspal yang terjadi sejak dua bulan terakhir.
Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang masih menunggu penanganan. Padahal, Dinas PUPR Kabupaten Madiun menargetkan tingkat kemantapan jalan mencapai 73,66 persen pada tahun ini.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun, Astutik Diah Ningsih, mengatakan hingga saat ini pihaknya baru bisa menjalankan kegiatan pemeliharaan rutin. Sementara pekerjaan fisik rehabilitasi jalan masih tertahan pada tahap perencanaan.
“Untuk perencanaan kami sudah selesai, hanya untuk menentukan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) kami masih menunggu ketetapan harga saat ini karena harga pasar kondisinya melebihi harga satuan pemkab,” ujar Astutik, Jumat (12/06/2026).
Menurutnya, masalah semakin rumit karena pasokan aspal dari produsen kosong sejak April lalu. Akibatnya, proses pengadaan yang telah dicoba dilakukan beberapa kali tidak membuahkan hasil.
“Selain itu, sejak April untuk aspalnya ini masih kosong, sehingga dua kali kami pengadaan di bulan kemarin gagal terus,” katanya.
DPUPR mencatat target jalan mantap tahun ini mencapai 756,887 kilometer dari total panjang jalan kabupaten sebesar 1.027,513 kilometer. Namun target tersebut berpotensi terhambat apabila ketersediaan material utama belum juga terpenuhi.
“Insyaallah target kami paling lambat bulan Juli sudah mulai pelaksanaan. Saat ini kami terus memantau, jika ada barang tersedia dari produsen langsung kami lakukan pengadaan untuk mengejar progres,” pungkas Astutik. (Ndor/Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





