Resep Turun Temurun, Ayam Panggang Kayu Bakar 30 Tahun di Ponorogo Jadi Buruan Pelanggan
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 69
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Kuliner tradisional masih menjadi primadona di tengah menjamurnya makanan modern. Salah satunya adalah Ayam Panggang Bu Kawir yang berada di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Berbekal resep turun temurun dan proses memasak menggunakan kayu bakar, warung ini tetap ramai didatangi pelanggan meski telah berdiri hampir 30 tahun.
Di dapur sederhana bernuansa pedesaan, ayam kampung segar diolah menggunakan aneka rempah pilihan. Setelah dimasak hingga bumbu meresap sempurna, ayam kemudian dipanggang diatas bara kayu bakar sehingga menghasilkan warna kecoklatan dengan aroma asap yang khas.
Proses memasak tradisional inilah yang menjadi pembeda dibandingkan ayam panggang pada umumnya. Selain menghasilkan tekstur daging yang empuk, aroma asap alami dari kayu bakar memberikan cita rasa yang sulit ditemukan pada olahan modern.
Tak heran jika warung ini selalu dipadati pelanggan, bahkan banyak di antaranya datang dari luar kota. Salah satunya Sayekti Milan, pengunjung asal Surabaya. Ia mengaku menyukai cita rasa ayam panggang yang memiliki aroma asap khas sehingga mengingatkannya pada masakan kampung.

“Rasanya enak, ada aroma asap dari kayu bakarnya. Jadi kangen masakan kampung,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Ilham Nadhir, mengaku sudah beberapa kali menikmati ayam panggang di tempat tersebut. Menurutnya, perpaduan ayam panggang dengan sambal petai menjadi daya tarik tersendiri.
“Rasanya enak. Saya sudah sering ke sini. Sambal petainya juga enak dan cocok dengan ayam panggangnya,” katanya.
Pemilik usaha, Winarti atau yang akrab disapa Bu Kawir, mengatakan resep ayam panggang yang digunakan merupakan warisan dari sang nenek. Selama hampir tiga dekade, ia tetap mempertahankan cara memasak menggunakan kayu bakar agar cita rasa khasnya tidak berubah.
“Resep ini dari nenek. Usaha ini sudah hampir 30 tahun, dan sampai sekarang kami tetap mempertahankan cara memasak tradisional dengan kayu bakar agar rasa dan aromanya tetap sama,” jelas Winarti.
Dengan harga mulai Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu untuk satu ekor ayam panggang utuh, Ayam Panggang Bu Kawir menjadi salah satu destinasi kuliner yang layak dikunjungi saat berada di Ponorogo, terutama bagi pecinta masakan kampung bercita rasa tradisional.(ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Krs/Byg





