Berita Terkini
Trending Tags

Pasca Pencurian 7 Laptop di Setdakab, Pemkab Magetan Evaluasi Total Sistem Keamanan dan SOP Pengawasan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 132
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melakukan evaluasi Sistem Keamanan dan SOP Pengawasan.

Sinergia | Magetan – Kasus pencurian tujuh laptop di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan memicu evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan kantor pemerintahan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan kini membenahi berbagai aspek pengamanan, mulai dari penataan ulang kamera pengawas (CCTV), penguatan personel penjagaan, hingga penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) keamanan yang dinilai masih menyisakan celah.

Langkah evaluasi tersebut dilakukan setelah ruang Bagian Hukum dan Bagian Organisasi Setdakab Magetan dibobol pencuri. Hingga kini, pelaku belum berhasil diungkap, sementara kasus tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengamanan di kompleks pemerintahan yang seharusnya memiliki pengawasan berlapis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, mengakui insiden tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan kelemahan sistem keamanan yang teridentifikasi tidak kembali dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Saya sudah komunikasi dengan Bagian Umum untuk diatur ulang. Mulai dari letak kamera sampai monitor CCTV. Ternyata monitor untuk melihat CCTV itu terlalu tinggi sehingga petugas yang berjaga kurang maksimal dalam memantau,” ujarnya.

Image Not Found
Ruang CCTV di kantor Setda Magetan

Temuan mengenai posisi monitor CCTV yang dinilai kurang efektif menunjukkan bahwa persoalan keamanan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan perangkat pengawasan, tetapi juga menyangkut desain sistem dan efektivitas penggunaannya. Kondisi tersebut menjadi sorotan mengingat area perkantoran pemerintah menyimpan berbagai aset dan dokumen penting yang membutuhkan perlindungan maksimal.

Selain pembenahan sarana pengawasan elektronik, Pemkab Magetan juga menyoroti aspek kedisiplinan dan prosedur pengamanan internal. Welly menegaskan bahwa evaluasi terbesar justru berada pada penerapan SOP, terutama terkait mekanisme penguncian ruangan dan pengelolaan kunci oleh petugas yang bertanggung jawab.

“Yang terpenting adalah SOP. Siapa yang bertanggung jawab menutup, siapa yang mengunci, kemudian kunci itu diserahkan ke pos oleh siapa dan bagaimana jika tidak diserahkan. Itu yang saya minta untuk diperbaiki,” katanya.

Di sisi lain, tim dari Bagian Hukum dan Bagian Organisasi masih melakukan penelusuran terhadap data-data yang tersimpan dalam perangkat yang hilang. Meski demikian, Pemkab memastikan sebagian besar data penting berhasil dipulihkan karena tersimpan dalam perangkat lain maupun sistem cadangan yang dimiliki masing-masing unit kerja.

“Sebagian besar datanya sudah bisa dicari kembali. Kan ada di komputer yang lain. Jadi sebagian besar sudah ditemukan lagi,” ujar Welly.

Terkait kerugian material, Pemkab Magetan akan menganggarkan pengadaan laptop pengganti melalui mekanisme anggaran yang berlaku pada periode berikutnya. Pengadaan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Sementara itu, mengenai dua laptop yang disebut merupakan milik pribadi pegawai, Pemkab masih akan berkoordinasi dengan kepala bagian terkait untuk menentukan mekanisme penyelesaiannya.

Kasus pencurian yang terjadi di pusat pemerintahan daerah ini menjadi catatan penting bagi Pemkab Magetan. Selain menuntut percepatan pengungkapan kasus oleh aparat penegak hukum, insiden tersebut juga mengungkap perlunya penguatan sistem keamanan yang tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kedisiplinan prosedur dan pengawasan yang konsisten.

Ke depan, hasil evaluasi yang tengah dilakukan diharapkan tidak berhenti pada penataan ulang fasilitas keamanan semata, melainkan mampu menghasilkan sistem pengamanan yang lebih komprehensif agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan pemerintahan.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krs/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok, Polres Magetan Gelar Gerakan Pangan Murah di Desa-Desa,

    Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok, Polres Magetan Gelar Gerakan Pangan Murah di Desa-Desa,

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Magetan kembali diperkuat oleh Polres Magetan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini digelar dengan menggandeng Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (BPN) sebagai langkah nyata dalam pengendalian inflasi sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Berbeda dari kegiatan pasar murah konvensional, […]

    Bagikan
  • Demo di DPRD Kota Madiun Ricuh, Massa Rusak Pagar dan Polisi Semprotkan Water Cannon

    Demo di DPRD Kota Madiun Ricuh, Massa Rusak Pagar dan Polisi Semprotkan Water Cannon

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Demonstrasi ribuan massa dari berbagai elemen—mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga warga umum—di depan Gedung DPRD Kota Madiun berujung ricuh pada Sabtu (30/08/2025). Massa melemparkan batu hingga botol air kearah gedung wakil rakyat. Pihak kepolisian yang berjaga dan koordinator aksi berusaha meredam aksi anarkis massa. Usai kericuhan meredam, perwakilan massa melakukan […]

    Bagikan
  • Puluhan ASN Magetan Ajukan Cuti Haji, Dua Pejabat Struktural Ikut Berangkat

    Puluhan ASN Magetan Ajukan Cuti Haji, Dua Pejabat Struktural Ikut Berangkat

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebanyak 31 aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Magetan mengajukan cuti untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan pejabat struktural yang dipastikan tidak akan menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama masa cuti. Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Magetan, total jemaah […]

    Bagikan
  • Waduh ! Pengunjung Festival Duren di Magetan Kecopetan

    Waduh ! Pengunjung Festival Duren di Magetan Kecopetan

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Festival 3th Duren Nak’nan yang berlangsung di Lapangan Panekan, Kabupaten Magetan, Sabtu (22/2/2025) malah menjadi sasaran pelaku kejahatan. Bagaimana tidak, alih alih bawa pulang durian, sejumlah pengunjung acara malah jadi korban pencopetan. Kapolsek Panekan, AKP Iin Pelangi, dikonfirmasi pada Minggu (23/2/2025), membenarkan jika pihaknya menerima banyak laporan kehilangan, setelah acara […]

    Bagikan
  • Pengrajin Genteng Magetan Sambut Antusias Wacara Program Gentengisasi dari Presiden Prabowo

    Pengrajin Genteng Magetan Sambut Antusias Wacara Program Gentengisasi dari Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah musim penghujan yang menekan kapasitas produksi, para pengrajin genteng di Kabupaten Magetan mendapat suntikan optimisme dari imbauan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai program gentengisasi. Wacana penggantian atap seng dengan genteng tersebut disambut hangat pelaku usaha rumahan. Kebijakan itu segera terealisasi dan mampu mengangkat harga jual sekaligus volume pesanan. Di […]

    Bagikan
  • Kejari Ponorogo Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Kredit Fiktif

    Kejari Ponorogo Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Kredit Fiktif

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menetapkan dua orang tersangka baru dalam kasus kredit fiktif di Bank BRI Unit Pasar Pon. Kedua tersangka berinisial NAF dan DSKW alias Lette diduga terlibat dalam jaringan yang sama dengan tersangka sebelumnya, SPP. Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, Agung Riyadi mengatakan, NAF dan DSKW memiliki peran […]

    Bagikan
expand_less