Berita Terkini
Trending Tags

Youth Creative Week Resmi Dibuka di Pasar Sleko Madiun, Langkah Awal Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 42
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Youth Creative Week resmi dibuka di Pasar Sleko Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Suasana Pasar Sleko Kota Madiun tampak berbeda pada Selasa (21/7/2026) malam. Deretan kios di lantai 2 yang sebelumnya sepi kini mulai dipenuhi aktivitas pelaku industri kreatif dalam gelaran Youth Creative Week yang resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun.

Kegiatan ini menjadi upaya Pemerintah Kota Madiun menghidupkan kembali Pasar Sleko melalui konsep pasar kreatif yang menghadirkan beragam produk ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, kopi lokal, batik, barang antik, hingga ruang literasi.

Menurut Bagus, gagasan tersebut muncul setelah melihat kondisi Pasar Sleko yang sempat lengang meski memiliki bangunan kios yang masih baru dan layak digunakan.

“Saya melihat banyak teman-teman pelaku ekonomi kreatif yang membutuhkan ruang untuk berkarya. Akhirnya kami mencoba memberikan ruang agar mereka bisa masuk ke sini dan membangun ekosistem ekonomi kreatif bersama,” ujarnya.

Sebelum menempati kios, para peserta telah melalui proses seleksi. Jumlah pendaftar yang cukup banyak kemudian disesuaikan dengan kapasitas ruang yang tersedia di Pasar Sleko.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif, Pemerintah Kota Madiun memberikan kebijakan pembebasan biaya sewa kios selama enam bulan pertama.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong para pelaku usaha fokus mengembangkan produknya sekaligus menarik lebih banyak pengunjung datang ke Pasar Sleko.

“Yang penting teman-teman masuk dulu, aktivitas berjalan, pasarnya ramai. Setelah itu perkembangan akan mengikuti dinamika yang ada,” kata Bagus.

Salah satu daya tarik utama Pasar Sleko adalah keberagaman konsep usaha yang dinilai tidak mudah ditemui di lokasi lain.

Pengunjung dapat menemukan wedangan yang dipadukan dengan kegiatan literasi, gerai kopi racikan pelaku lokal, produk batik yang dipadukan dengan koleksi barang antik, hingga berbagai karya kreatif bernuansa industrial dan klasik.

Image Not Found
Plt Wali Kota dukung ekosistem ekonomi kreatif di Sleko. Foto : Kris-Sinergia

“Jadi nanti ruang ini sebagai uji coba dulu, bangun ekosistem ekonomi kreatif di Madiun. Selama ini ekosistemnya teman-teman ini terpecah di sana, di sini. Saya pengen bangun, memfasilitasi teman-teman supaya ekosistem ekonomi kreatif pertama kali dibangun di sini dulu,” terangnya.

Tak hanya berhenti pada penataan tenant, Pemkot Madiun juga menyiapkan rencana pengembangan kawasan. Salah satunya melalui perubahan fasad Pasar Sleko agar memiliki tampilan yang lebih modern dan menarik.

Bagus menyebut perencanaan tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun depan, setelah melihat perkembangan ekosistem ekonomi kreatif selama masa uji coba enam bulan.

“Pasar Sleko memang pasar tradisional, tetapi image-nya ingin kita ubah menjadi pasar kreatif,” ujarnya.

Untuk menjaga geliat pengunjung, Pemkot Madiun juga berencana menghadirkan berbagai agenda rutin, termasuk pertunjukan musik secara berkala.

Nantinya akan dibentuk paguyuban pelaku ekonomi kreatif yang berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) guna menyusun kalender kegiatan. Hal itu agar Pasar Sleko tidak hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat.

“Ini nanti salah satunya wisatanya adalah wisata kreatif, makanya perlu dibentuk ekosistem. Makanya saya tadi menyampaikan bahwa tahun depan fasad akan kita bangun karena ini masih direncanakan,” pungkas Bagus.

Keberadaan Youth Creative Week menjadi langkah awal membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terintegrasi di Kota Madiun. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha kreatif, Pasar Sleko diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata kreatif baru yang mampu menggerakkan perekonomian sekaligus menghadirkan ruang berekspresi bagi generasi muda. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Impor Pick up 4×4 Mengemuka, Pengurus Koperasi Daerah Pertanyakan Kesesuaian Unit photo_camera 3

    Polemik Impor Pick up 4×4 Mengemuka, Pengurus Koperasi Daerah Pertanyakan Kesesuaian Unit

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebijakan impor kendaraan pick up jenis 4×4 dari India oleh pemerintah pusat kembali menjadi sorotan. Pengadaan yang dilakukan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara mencapai 105.000 unit dengan kontrak bernilai Rp24,66 triliun. Dua produsen asal India, Mahindra dan Tata Motors, terlibat dalam penyediaan kendaraan tersebut. Unit-unit itu direncanakan sebagai armada operasional Koperasi […]

    Bagikan
  • Desa Teguhan Apresiasi Atas Fasilitas Mobil Siaga, Perkuat Layanan Kesehatan

    Desa Teguhan Apresiasi Atas Fasilitas Mobil Siaga, Perkuat Layanan Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-457 Kabupaten Madiun, Jumat (18/07/2025), sebanyak 15 mobil siaga ambulance resmi diserahkan kepada 15 kepala desa. Prosesi penyerahan berlangsung di halaman Pendopo Ronggo Jumeno dan dipimpin langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto. […]

    Bagikan
  • Moment Nataru, Harga Cabai dan Bawang Merah di Ponorogo Justru Turun

    Moment Nataru, Harga Cabai dan Bawang Merah di Ponorogo Justru Turun

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Ponorogo melakukan pemantauan harga serta ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional dan toko modern. Pemantauan dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya Pasar Legi Ponorogo, Pasar Sumoroto Kecamatan Kauman, Pasar Bungkal Kecamatan Bungkal, serta salah satu swalayan […]

    Bagikan
  • Mahasiswi UGM Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Raya Sarangan – Cemorosewu

    Mahasiswi UGM Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Raya Sarangan – Cemorosewu

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana duka menyelimuti proses autopsi di RSUD dr. Sayidiman Magetan terhadap jenazah yang ditemukan di Jalan Raya Sarangan Cemoro Sewu pada Sabtu (12/03/2025). Proses autopsi berlangsung hingga Minggu (13/04/2025) dini hari. Satu per satu anggota keluarga korban keluar dalam kondisi terpukul dan tak kuasa membendung air mata. Korban diketahui bernama Sheila […]

    Bagikan
  • Rumah Warga di Mejayan Madiun Terbakar Saat Ditinggal Takziah, Kerugian Capai Ratusan Juta

    Rumah Warga di Mejayan Madiun Terbakar Saat Ditinggal Takziah, Kerugian Capai Ratusan Juta

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebuah rumah milik warga di Dusun Kedungjati RT 19 RW 06, Desa Darmorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, terbakar pada Jumat (27/3/2026) malam. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang berada di Ponorogo untuk takziah. Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat api sudah membesar dan menjalar hingga atap […]

    Bagikan
  • Kajari Magetan Baru Fokus Konsolidasi, Belum Sentuh Isu Korupsi

    Kajari Magetan Baru Fokus Konsolidasi, Belum Sentuh Isu Korupsi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan yang baru dilantik, Dezi Setiaperma, memilih langkah hati-hati dalam mengawali masa jabatannya. Ia belum ingin terburu-buru menanggapi isu potensi korupsi di wilayah hukumnya dan lebih fokus melakukan konsolidasi internal. “Saya masih ingin memahami dulu situasi dan karakter daerah ini. Saat ini kami sedang konsolidasi dengan para […]

    Bagikan
expand_less