Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Pengrajin Batu Bata di Magetan Justru Ketiban Berkah di Musim Kemarau

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • visibility 148
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengrajin batu bata di Desa Tulung memanfaatkan terik matahari. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau panjang membawa dampak berbeda bagi warga Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ketika sebagian sektor pertanian harus menghadapi keterbatasan air, para pengrajin batu bata di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, justru menikmati berkah dari teriknya matahari.

Cuaca panas membuat proses pengeringan batu bata berlangsung lebih cepat. Di saat yang sama, aktivitas pembangunan rumah yang meningkat ikut mendongkrak permintaan terhadap material bangunan tersebut.

Sutrisno, salah seorang pengrajin batu bata di Desa Tulung, mengatakan permintaan produknya meningkat dibandingkan saat musim hujan. Kondisi cuaca yang panas membuat proses produksi lebih efisien karena batu bata lebih cepat kering sebelum masuk tahap pembakaran.

“Kalau musim kemarau pengeringannya lebih cepat. Sekitar dua hari sudah kering kalau cuacanya panas, sehingga produksi bisa lebih cepat dan pesanan bisa segera dipenuhi,” ujar Sutrisno.

Menurut Sutrisno, peningkatan permintaan juga tidak lepas dari bertambahnya aktivitas pembangunan rumah. Kondisi tersebut membuat produksi batu bata yang dihasilkan lebih mudah terserap pasar.

“Kalau dibandingkan musim hujan, sekarang permintaannya lebih banyak. Banyak yang membutuhkan untuk pembangunan rumah,” katanya.

Image Not Found
Produksi batu bata mencapai 750 hingga 800 biji per hari. Foto : Kus-Sinergia

Dalam sehari, Sutrisno mampu memproduksi sekitar 750 hingga 800 batu bata. Setelah jumlahnya terkumpul sekitar 8.500 biji, batu bata tersebut kemudian dibakar.

Ia menyebut cuaca panas menjadi keuntungan tersendiri bagi pengrajin karena dapat memangkas waktu pengeringan. Batu bata yang telah dicetak dapat lebih cepat siap untuk diproses ke tahap selanjutnya.

Keuntungan lain dirasakan dari sisi harga. Meski harga bahan baku mengalami kenaikan, peningkatan harga jual batu bata masih mampu mengimbangi kenaikan biaya produksi.

Harga bahan baku yang sebelumnya sekitar Rp300 ribu untuk satu truk dam kini naik menjadi sekitar Rp350 ribu. Sementara harga batu bata yang sebelumnya berada di kisaran Rp550 per biji meningkat menjadi sekitar Rp650 per biji.

Bahkan, harga dapat mencapai Rp800 hingga Rp900 per biji apabila dikirim ke lokasi yang lebih jauh. Besaran harga tersebut menyesuaikan dengan lokasi pengiriman dan biaya distribusi.

“Memang bahan bakunya naik, tetapi harga batu bata juga ikut naik. Jadi masih bisa menyesuaikan dengan biaya produksi,” kata Sutrisno.

Tak hanya mengandalkan pasar lokal, batu bata produksinya juga telah dikirim ke sejumlah daerah di luar Kabupaten Magetan. Pesanan datang dari wilayah Madiun hingga Ponorogo.

Jangkauan pasar tersebut membuat peningkatan permintaan selama musim kemarau menjadi peluang bagi pengrajin untuk menjaga bahkan meningkatkan kapasitas produksi.

Fenomena dampak kemarau tidak selalu menghadirkan persoalan bagi seluruh sektor ekonomi. Bagi petani yang bergantung pada ketersediaan air, kemarau dapat menjadi tantangan serius. Namun bagi usaha yang membutuhkan panas matahari dalam proses produksinya, kondisi tersebut justru menjadi keuntungan.

Para pengrajin batu bata pun memanfaatkan momentum ini untuk mengejar produksi dan memenuhi permintaan pasar. Terik matahari yang menyengat bukan lagi sekadar tanda musim kering, tetapi berubah menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi mereka. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rocky Gerung: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Nalar, Bukan Sekadar Kemarahan

    Rocky Gerung: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Nalar, Bukan Sekadar Kemarahan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Filsuf Rocky Gerung mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah akan memiliki nilai lebih apabila disampaikan dengan argumentasi akademis, bukan sekadar luapan emosi. Menurutnya, tradisi berpikir kritis harus menjadi fondasi gerakan mahasiswa maupun masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan. Pandangan tersebut disampaikan Rocky Gerung saat menjadi pembicara dalam Soekarno Talk In yang digelar […]

    Bagikan
  • Dindik Jatim Keluarkan Kebijakan Peniadaan Wisuda Siswa SMA/SMK

    Dindik Jatim Keluarkan Kebijakan Peniadaan Wisuda Siswa SMA/SMK

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia – Dinas Pendidikan Jawa Timur resmi mengeluarkan kebijakan terkait kegiatan wisuda atau purnawiyata bagi siswa SMA dan SMK di wilayahnya. Dindik meminta untuk kegiatan wisuda atau purnawiyata untuk ditiadakan. Hal itu tertuang dalam surat edaran nomor 000.1.5/1506/101.5/2025 dan ditandatangani pada 6 Maret 2025. Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai mengungkapkan kebijakan itu menyikapi keluhan […]

    Bagikan
  • Investigasi Berlanjut, Sistem Prasarana Perlintasan KA Malioboro Ekspres Dinyatakan Normal

    Investigasi Berlanjut, Sistem Prasarana Perlintasan KA Malioboro Ekspres Dinyatakan Normal

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Denny Michels Adlan, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya memastikan seluruh sistem prasarana dan sinyal di perlintasan sebidang JPL 08 KM 176+586 dalam kondisi baik saat insiden kecelakaan KA Malioboro Ekspres terjadi. Kepastian ini disampaikan setelah dilakukan pengecekan langsung di lokasi pada Selasa (20/05/2025). “Kami sudah cek kondisi fisik dan sistem […]

    Bagikan
  • RRI Madiun Gelar Festival Budaya, Dorong Pelestarian Seni Lokal dan Penguatan UMKM

    RRI Madiun Gelar Festival Budaya, Dorong Pelestarian Seni Lokal dan Penguatan UMKM

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – RRI Madiun kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya lokal melalui Gelar Budaya RRI Madiun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (26/6/2026) hingga Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Direktur SDM dan Umum LPP RRI, Dedi Suparman, di halaman RRI Madiun, Jumat (26/6/2026) sore. Gelar Budaya […]

    Bagikan
  • Tiga SPPG di Magetan Hentikan Layanan Sementara, Distribusi MBG Sejumlah Sekolah Ikut Terdampak Play Button

    Tiga SPPG di Magetan Hentikan Layanan Sementara, Distribusi MBG Sejumlah Sekolah Ikut Terdampak

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 571
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Operasional tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan terpaksa berhenti beroperasi sementara sejak Senin, (2/2/2026), imbas keterlambatan transfer dana dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada distribusi makanan bergizi gratis (MBG) yang selama ini diterima siswa. Salah satu sekolah terdampak adalah SDN Baron 2 yang menerima pemberitahuan bahwa […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan, Ribuan Peziarah Kunjungi Makam Batoro Katong

    Jelang Ramadhan, Ribuan Peziarah Kunjungi Makam Batoro Katong

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang bulan suci Ramadhan, ribuan peziarah mendatangi Makam Batoro Katong yang terletak di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Ziarah ini merupakan tradisi tahunan bagi masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh penyebar Islam dan pendiri Kabupaten Ponorogo tersebut. Juru Kunci Makam Batoro Katong, Sunardi, mengungkapkan […]

    Bagikan
expand_less