Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Magetan Minta OPD Fokus Program Berbasis Masalah
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengubah pendekatan dalam menyusun program dan anggaran. Di tengah keterbatasan ruang fiskal, setiap belanja harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan kebutuhan pembangunan daerah jauh lebih besar dibandingkan kemampuan APBD. Karena itu, pemerintah tidak bisa lagi menyusun program sekadar berdasarkan rutinitas masing-masing perangkat daerah.
“Prinsipnya uang mengikuti program. Program yang kita pilih harus yang prioritas dan mendasar, sehingga bisa disesuaikan dengan kemampuan pendapatan daerah,” ujarnya.
Suyatni mencontohkan penanganan kemiskinan yang tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Sosial. Persoalan tersebut membutuhkan intervensi lintas sektor, mulai dari pertanian, infrastruktur, kesehatan, pendidikan hingga pemerintah desa. Pendekatan serupa juga diperlukan untuk menangani persoalan pertanian, kekeringan dan infrastruktur.
Pemkab mendorong OPD melakukan pemetaan persoalan secara lebih rinci di tingkat wilayah sebelum mengusulkan program. Dengan demikian, anggaran yang terbatas dapat diarahkan kepada program yang memiliki dampak paling besar bagi masyarakat.
Selain mengoptimalkan APBD, pemerintah juga meminta DPRD dan OPD bersama-sama memperjuangkan program melalui pemerintah provinsi maupun pusat. Suyatni menilai kelengkapan dokumen teknis menjadi salah satu kunci agar usulan daerah dapat memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah vertikal.
“Kalau ada usulan ke provinsi maupun pusat, DED dan dokumen teknisnya harus disiapkan. Jangan sampai programnya ada, tetapi persyaratannya belum terpenuhi,” katanya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





