Paceklik Anggaran, PKB dan Partai Golkar Mendukung Penggabungan OPD Pemkab Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 172
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kabupaten Madiun – Wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD Kabupaten Madiun bersikap mendukung penuh terkait opsi penggabungan sejumlah OPD. PKB dan Partai Golkar menilai opsi ini menjadi salah satu sikap cerdas disaat paceklik anggaran.
“Pada dasarnya FPKB mendukung dalam rangka efesiensi anggaran Pemkab Madiun, dengan prinsip ramping struktur namun kaya fungsi,” tegas Ketua Fraksi PKB, Wahyu Widayat, Rabu (04/03/2026).
Menurutnya, perlu mengevaluasi adanya SOTK yang sekarang ada, karena salah satu langkah yang memungkinkan dilakukan oleh Pemkab Madiun dalam rangka mendukung adanya efesiensi anggaran adalah Restrukturisasi Organisasi dengan prinsip ramping struktur kaya Fungsi.
Wahyu menjelaskan perlu dipertimbangkan dlm rangka Restrukturisasi Organisasi, yaitu
regulasi yang ada seperti Perda SOTK yang ada saat ini.
“Bahwa Perubahan Perda itu perlu adanya tahapan yang harus dilalui antara Eksekutif dengan Legislatif,” ujarnya.
Selain itu, dalam perubahan SOTK tidak akan mengganggu adanya pelayanan publik
karena ada 6 urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar.
“Evaluasi perubahan SOTK juga perlu adanya kajian akademis berupa analisis beban kerja, sehingga perubahan SOTK diharapkan bisa menekan pembiayaan anggaran,” jelas Wahyu.
Sementara itu, Mashudi Ketua Fraksi Partai Golkar, mengaku sangat mendukung merger OPD “gemuk” yang saat ini berjumlah 30. Namun, dia wanti wanti sepanjang tidak mengganggu program daerah dan nasional dalam pencapaian visi misi daerah.
Tidak itu saja, penggabungan OPD jangan sampai tidak selaras dengan program dari pemerintah pusat.
“Penggabungan beberapa OPD untuk efisiensi anggaran kami setuju saja, namun harus dilakukan secara cermat dengan kajian yang komprehensif agar pelayanan publik lebih optimal,” ujar Jiwan Satu, sebutan lain Mashudi. (Ndor/kris)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez

