Berita Terkini
Trending Tags

Paceklik Anggaran, PKB dan Partai Golkar Mendukung Penggabungan OPD Pemkab Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 542
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gedung DPRD Kabupaten Madiun, (4/3/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Kabupaten Madiun – Wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD Kabupaten Madiun bersikap mendukung penuh terkait opsi penggabungan sejumlah OPD. PKB dan Partai Golkar menilai opsi ini menjadi salah satu sikap cerdas disaat paceklik anggaran.

“Pada dasarnya FPKB mendukung dalam rangka efesiensi anggaran Pemkab Madiun, dengan prinsip ramping struktur namun kaya fungsi,” tegas Ketua Fraksi PKB, Wahyu Widayat, Rabu (04/03/2026).

Menurutnya, perlu mengevaluasi adanya SOTK yang sekarang ada, karena salah satu langkah yang memungkinkan dilakukan oleh Pemkab Madiun dalam rangka mendukung adanya efesiensi anggaran adalah Restrukturisasi Organisasi dengan prinsip ramping struktur kaya Fungsi.

Wahyu menjelaskan perlu dipertimbangkan dlm rangka Restrukturisasi Organisasi, yaitu

regulasi yang ada seperti Perda SOTK yang ada saat ini.

“Bahwa Perubahan Perda itu perlu adanya tahapan yang harus dilalui antara Eksekutif dengan Legislatif,” ujarnya.

Selain itu, dalam perubahan SOTK tidak akan mengganggu adanya pelayanan publik 

karena ada 6 urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar.

“Evaluasi perubahan SOTK juga perlu adanya kajian akademis berupa analisis beban kerja, sehingga perubahan SOTK diharapkan bisa menekan pembiayaan anggaran,” jelas Wahyu.

Sementara itu, Mashudi Ketua Fraksi Partai Golkar, mengaku sangat mendukung merger OPD “gemuk” yang saat ini berjumlah 30. Namun, dia wanti wanti sepanjang tidak mengganggu program daerah dan nasional dalam pencapaian visi misi daerah.

Tidak itu saja, penggabungan OPD jangan sampai tidak selaras dengan program dari pemerintah pusat. 

“Penggabungan beberapa OPD untuk efisiensi anggaran kami setuju saja, namun harus dilakukan secara cermat dengan kajian yang komprehensif agar pelayanan publik lebih optimal,” ujar Jiwan Satu, sebutan lain Mashudi. (Ndor/kris)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merasa Dirugikan, Warga Nambangan Lor Protes Pembangunan Gedung 7 Lantai RSI Aisyah Madiun

    Merasa Dirugikan, Warga Nambangan Lor Protes Pembangunan Gedung 7 Lantai RSI Aisyah Madiun

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga RT 59 Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo wadul ke Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun pada Rabu (18/02/2026). Mereka ditemui oleh Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya dan Ketua Komisi III Nur Salim beserta anggotanya di ruang rapat. Para warga ini memprotes keberadaan gedung 7 lantai milik […]

    Bagikan
  • Waduh ! Anggota DPRD Jatim Terjerat Narkotika, Tetapi Tak Jadi Tersangka

    Waduh ! Anggota DPRD Jatim Terjerat Narkotika, Tetapi Tak Jadi Tersangka

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Nama seorang anggota DPRD Jawa Timur berinisial AH terseret dalam kasus narkoba setelah disebut oleh seorang pengedar berinisial MA. Polres Ngawi mengungkap keterlibatan AH usai menangkap MA dan menemukan jejak transaksi sabu yang mengarah ke politisi tersebut. Kapolres Ngawi, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, menjelaskan awal mula kasus ini. “Pada Selasa malam […]

    Bagikan
  • Maling Satroni RSUD dr. Harjono, Dua HP Keluarga Pasien Raib

    Maling Satroni RSUD dr. Harjono, Dua HP Keluarga Pasien Raib

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Aksi pencurian terjadi di RSUD dr. Harjono Ponorogo, Minggu (25/05/2025) dini hari. Seorang pria dewasa yang terekam kamera CCTV rumah sakit mencuri dua unit handphone milik keluarga pasien di teras ruang Asoka sekitar pukul 04.30 WIB. Humas RSUD Harjono Ponorogo, Sugianto, mengatakan pihaknya mendapat laporan kehilangan dari keluarga pasien sekitar […]

    Bagikan
  • Mencari Pakan Ternak, Pria 65 Tahun di Ngawi Tewas Tersangkut di Pohon Setinggi 8 Meter

    Mencari Pakan Ternak, Pria 65 Tahun di Ngawi Tewas Tersangkut di Pohon Setinggi 8 Meter

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Musibah tragis menimpa seorang warga Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pamut (65) ditemukan tewas tersangkut di atas pohon setinggi lebih dari delapan meter saat mencari pakan ternak, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Jasad korban pertama kali terlihat tersangkut di pohon yang […]

    Bagikan
  • Miris! Ayah Tiri di Magetan Aniaya Remaja 14 Tahun, Akui Juga Lakukan Tindakan Asusila

    Miris! Ayah Tiri di Magetan Aniaya Remaja 14 Tahun, Akui Juga Lakukan Tindakan Asusila

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa remaja berinisial SD (14) di Kabupaten Magetan memasuki babak baru. Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magetan resmi menetapkan BA (41), warga Kecamatan Bendo, sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan. Keputusan tersebut diambil setelah penyidik memastikan adanya bukti awal yang kuat terkait dugaan […]

    Bagikan
  • Angka Stunting di Magetan Turun, Tapi Masih Tinggi

    Angka Stunting di Magetan Turun, Tapi Masih Tinggi

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Magetan masih menghadapi tantangan besar. Data Dinas Kesehatan mencatat, hingga 2025 terdapat 2.564 balita stunting atau sekitar 8,8 persen dari total balita. Angka ini memang sedikit menurun dibanding 2024 yang mencapai 2.588 anak (10,4 persen), namun tetap mengindikasikan masalah serius. Kecamatan Panekan menjadi wilayah dengan […]

    Bagikan
expand_less