Berita Terkini
Trending Tags

Batu Nisan Makam Ki Ageng Mageti Hilang, Pemkab Magetan Perketat Pengamanan Situs Sejarah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 125
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Batu nisan situs bersejarah Ki Ageng Mageti dilaporkan hilang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan– Hilangnya salah satu batu nisan di kompleks Makam Ki Ageng Mageti, tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Magetan, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan. Peristiwa tersebut tidak hanya dianggap sebagai kehilangan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari juru kunci makam, batu nisan yang hilang merupakan bagian penanda makam di sisi kaki. Hilangnya benda bersejarah tersebut diperkirakan terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026.

“Menurut penjaga makam, pada Senin hingga Rabu sebelumnya kondisi makam masih lengkap saat dilakukan pembersihan. Namun ketika kembali melakukan aktivitas bersih-bersih pada Jumat, batu nisan bagian kaki makam sudah tidak berada di tempatnya,” ujar Nanik, Rabu (24/6/2026).

Makam Ki Ageng Mageti merupakan salah satu situs sejarah penting di Kabupaten Magetan. Sosok Ki Ageng Mageti dikenal dalam sejarah dan tradisi lisan masyarakat sebagai tokoh yang membuka wilayah Magetan dan menjadi asal-usul nama daerah tersebut.

Nanik menjelaskan, bagian yang hilang adalah batu nisan yang berada di sisi selatan makam atau bagian kaki. Sementara batu nisan yang berada di bagian kepala makam masih dalam kondisi utuh.

Menyikapi kejadian tersebut, Pemkab Magetan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memperkuat sistem pengamanan di area makam. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengunci akses masuk ke kompleks makam guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Selama ini area makam memiliki gerbang, tetapi tidak dikunci. Setelah kejadian ini, kami meminta agar akses masuk dikendalikan dengan lebih baik. Nantinya akan dipasang papan informasi yang memuat nomor kontak penjaga makam sehingga masyarakat yang ingin berziarah tetap bisa mengakses lokasi dengan prosedur yang jelas,” katanya.

Menurut Nanik, pengamanan situs sejarah perlu dilakukan tanpa mengurangi fungsi makam sebagai destinasi religi yang terbuka bagi masyarakat umum. Oleh karena itu, sistem pengawasan akan diperkuat dengan tetap memberikan akses kepada peziarah dan wisatawan sejarah.

Kasus hilangnya batu nisan tersebut juga menjadi perhatian karena Makam Ki Ageng Mageti merupakan salah satu lokasi yang rutin diziarahi oleh jajaran pemerintah daerah menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan. Situs ini memiliki nilai historis tinggi karena berkaitan dengan perjalanan awal terbentuknya pemerintahan Magetan.

Pemkab Magetan pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga berbagai situs sejarah dan budaya yang tersebar di wilayah Kabupaten Magetan. Menurut Nanik, pelestarian warisan leluhur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan nguri-uri budaya yang ada di Kabupaten Magetan, terutama situs-situs bersejarah. Kita pelihara kebersihan, keindahan, dan keamanannya agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.

Peristiwa hilangnya batu nisan Makam Ki Ageng Mageti menjadi alarm bagi upaya pelestarian cagar budaya di Magetan. Selain memperkuat pengamanan fisik, peningkatan kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan situs-situs bersejarah yang menjadi bagian penting identitas daerah. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • TMMD ke-125 Rampung, Pembangunan Infrastruktur Desa Ngranget Tuntas 100 Persen

    TMMD ke-125 Rampung, Pembangunan Infrastruktur Desa Ngranget Tuntas 100 Persen

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0803/Madiun resmi ditutup melalui upacara di Alun-alun Reksogati Caruban, Kabupaten Madiun. Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menutup rangkaian kegiatan pada Kamis (21/08/2025). Dalam sambutannya, Kolonel Arm Untoro membacakan amanat Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI […]

    Bagikan
  • Ratusan Hektar Cengkeh Mati Diserang Bakteri, Petani Rugi Puluhan Juta

    Ratusan Hektar Cengkeh Mati Diserang Bakteri, Petani Rugi Puluhan Juta

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan hektar tanaman cengkeh di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, mati akibat serangan Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC). Serangan penyakit tanaman ini membuat petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena gagal panen. Kondisi memprihatinkan itu tampak di Desa Kare, Senin (20/10/2025). Hampir seluruh pohon cengkeh di lahan warga tampak gundul […]

    Bagikan
  • Kecelakaan di Tol Madiun Bus Pariwisata Tumbur Kijang Innova

    Kecelakaan di Tol Madiun Bus Pariwisata Tumbur Kijang Innova

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Insiden  kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 617+900, tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu  (16/02/2025). Kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan, yakni Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi S 1050 PY dan Bus Pariwisata Karyajasa bernomor polisi AB 7869 AS.  Usai melakukan olah TKP, Kanit […]

    Bagikan
  • Kasus Landak Jawa di Madiun Terungkap dari Laporan Warga, Polres Madiun Beberkan Kronologi

    Kasus Landak Jawa di Madiun Terungkap dari Laporan Warga, Polres Madiun Beberkan Kronologi

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Kasus kepemilikan ilegal satwa dilindungi jenis Landak Jawa yang menjerat Darwanto, warga Dusun Gemuruh, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun rupanya bermula dari laporan masyarakat setempat. Kasatreskrim Polres Madiun AKP Agus Andi menjabarkan laporan tersebut diterima pihak kepolisian pada Desember 2024. Laporan itu diajukan oleh warga Desa Tawangrejo dan disertai dukungan […]

    Bagikan
  • Pembentukan Satgas TPPO, Fokus Lindungi Perempuan dan Anak

    Pembentukan Satgas TPPO, Fokus Lindungi Perempuan dan Anak

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kabupaten Magetan terus diperkuat. Polres Magetan menggandeng Pemerintah Kabupaten Magetan bersama sejumlah instansi terkait dalam kegiatan Advokasi Satgas TPPO yang digelar di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan Rabu (17/12/2025). Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menyampaikan bahwa kasus perdagangan orang perlu mendapat perhatian serius. […]

    Bagikan
  • Seorang Peserta BPJS PBID Merasa Keberatan Dirujuk ke RS Swasta

    Seorang Peserta BPJS PBID Merasa Keberatan Dirujuk ke RS Swasta

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kab Madiun – Seorang warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur mengaku kesal dengan layanan dari salah satu staff puskesmas Gantrung setempat. Kekecewaan itu bermula saat pasien bernama Sri Ningsih (48) ingin berobat mengunakan fasilitas BPJS di rumah sakit yang dekat dengan rumahnya. Akan tetapi dua orang staff puskesmas yang tidak diketahui namanya […]

    Bagikan
expand_less