Berita Terkini
Trending Tags

Soekarno Talk In di Magetan Bangun Tradisi Berpikir Kritis, Gen Z Diajak Berani Mengkritik dengan Solusi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 44
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Soekarno Talk In bangun budaya berpikir kritis Gen Z. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Forum diskusi Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno tak sekadar menjadi ajang bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang membangun budaya berpikir kritis sekaligus mendorong generasi muda berani menyampaikan kritik yang disertai argumentasi dan solusi.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, mengapresiasi inisiatif DPC PDI Perjuangan Magetan yang dinilai mampu membaca kebutuhan zaman. Menurutnya, perjuangan politik saat ini tidak cukup hanya mengandalkan konsolidasi organisasi, tetapi juga harus memperkuat solidaritas dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang diwariskan Presiden pertama RI, Soekarno.

“Saya mengapresiasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan yang mampu membaca situasi. Hari ini langkah perjuangan kita adalah menguatkan solidaritas dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang diwariskan Bung Karno,” ujarnya.

Novita menilai masyarakat Mataraman sejatinya memiliki tradisi gotong royong yang kuat. Tantangan berikutnya adalah bagaimana nilai tersebut diwariskan kepada Generasi Z melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Menurutnya, konsep Marhaenisme harus dipahami sebagai keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang hidup dalam kerentanan dan menghadapi ketidakadilan.

“Marhaen adalah kita semua, mereka yang hidup dekat dengan garis kemiskinan dan kerentanan. Karena itu perjuangan tidak boleh dilakukan secara sembarangan, tetapi harus memiliki arah yang jelas,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak takut mengkritisi kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Namun, kritik tersebut harus dibangun di atas kajian yang kuat dan menawarkan solusi.

“Anak-anak Gen Z boleh bersuara, boleh turun ke jalan ketika melihat kebijakan yang dirasa tidak masuk akal. Tetapi jangan hanya berisik tanpa arah. Kritik harus membawa solusi agar benar-benar menghasilkan perubahan,” tegasnya.

Senada dengan Novita, Bupati Trenggalek Mohamad Nur Arifin menilai diskusi semacam ini penting untuk menghidupkan tradisi berpikir kritis di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemikiran Bung Karno tidak hanya berisi retorika perjuangan, tetapi juga mengajarkan cara membaca persoalan secara rasional berdasarkan realitas yang dihadapi rakyat.

“Yang saya tangkap dari Bung Rocky adalah Marhaenisme bukan sekadar ideologi yang diteriakkan, tetapi juga cara berpikir. Bung Karno tidak hanya belajar dari buku, tetapi melihat langsung kondisi rakyat, lalu menyusunnya menjadi sebuah gagasan,” ujarnya.

Arifin mengaku kehadirannya dalam forum tersebut bukan untuk mencari kesalahan pihak lain, melainkan sebagai refleksi terhadap dirinya sebagai kepala daerah. Ia mempertanyakan sejauh mana nilai-nilai Marhaenisme telah diwujudkan dalam kebijakan pemerintah yang dipimpinnya.

“Saya datang bukan untuk menggugat orang lain, tetapi menggugat diri saya sendiri. Apakah saya sebagai eksekutif sudah menjalankan nilai-nilai Marhaenisme dalam kebijakan yang saya ambil. Itu justru menjadi refleksi yang menarik dari diskusi ini,” katanya.

Menurut Arifin, kemerdekaan yang sesungguhnya juga harus dimulai dari cara berpikir. “Merdeka bukan hanya diteriakkan lewat mulut, tetapi harus lahir dari pikiran yang merdeka,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sekaligus Anggota DPRD Jawa Timur, Diana Av Sasa, mengatakan penyelenggaraan Soekarno Talk In merupakan upaya membangun budaya diskusi yang selama ini belum berkembang kuat di Magetan.

Ia menilai sebuah daerah membutuhkan ruang dialog agar masyarakat terbiasa berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat secara terbuka.

“Budaya diskusi sangat penting sebagai penyeimbang antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat harus dilatih berpikir kritis, berani berpendapat, sekaligus siap menerima perbedaan pandangan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya menghadirkan Rocky Gerung sebagai pemantik diskusi agar masyarakat mulai terbiasa berdialektika dan menguji setiap gagasan secara terbuka. 

Menurut Diana, perbedaan pandangan tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian dari proses menemukan gagasan-gagasan baru yang lebih baik. Ia juga menjelaskan bahwa penerbitan buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno yang selama puluhan tahun dinilai mengalami proses “de-Soekarnoisasi”.

“Banyak generasi muda yang tidak lagi mengenal Bung Karno sebagai penggagas Marhaenisme maupun sejarah lahirnya Pancasila. Kami ingin mengembalikan ingatan itu agar generasi baru memahami bahwa Marhaenisme merupakan gagasan asli Indonesia yang mengajarkan keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil,” jelasnya.

Diana juga menepis anggapan bahwa materi kritik terhadap sejumlah program pemerintah yang muncul dalam forum tersebut merupakan pesanan politik. Ia menegaskan seluruh pembahasan berlangsung secara alami sebagai bagian dari dinamika diskusi terbuka.

“Tidak ada pesanan. Semua mengalir secara natural. Kami hanya menyediakan ruang diskusi. Bahkan komika yang kami hadirkan kami persilakan mengkritik PDI Perjuangan maupun saya sebagai Ketua DPC. Justru itulah tujuan forum ini, membiasakan masyarakat menyampaikan pendapat secara terbuka,” tegasnya.

Melalui forum Soekarno Talk In, PDI Perjuangan Magetan berharap tradisi intelektual dan budaya berdiskusi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya berani mengkritik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan bangsa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kota Madiun Soroti Piutang Daerah Tahun 2024 sebesar Rp. 21 Miliar

    DPRD Kota Madiun Soroti Piutang Daerah Tahun 2024 sebesar Rp. 21 Miliar

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Proses evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kota Madiun terus berjalan secara intensif. Dalam Rapat Paripurna pada Rabu (21/05/2025), Fraksi-Frkasi DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah hal, salah satunya Piutang Daerah. Saldo netto piutang pendapatan tahun 2024 tercatat sebesar Rp.21.8 Miliar. Nominal tersebut meningkat jumlahnya jika dibanding dengan saldo piutang pada […]

    Bagikan
  • TMMD di Magetan Sukses, Jalan Baru Hingga Sumur Bor Jadi Harapan Baru

    TMMD di Magetan Sukses, Jalan Baru Hingga Sumur Bor Jadi Harapan Baru

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan –  Seluruh sasaran fisik, nonfisik, serta program unggulan Kasad dalam kegiatan TMMD ke-126 Kodim 0804/Magetan yang dilaksanakan di Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, telah rampung 100 persen dan sesuai target. Keberhasilan pelaksanaan TMMD tersebut mendapat apresiasi dari Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Ramli. Ia menilai, pembangunan infrastruktur seperti pengerasan jalan usaha tani […]

    Bagikan
  • Polisi Gelar Operasi Keselamatan dengan Kesenian Reog di Tengah Jalan photo_camera 5

    Polisi Gelar Operasi Keselamatan dengan Kesenian Reog di Tengah Jalan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Belasan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 dengan cara unik. Kegiatan yang berlangsung di perempatan Jalan HOS Cokroaminoto, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat (13/2/2026) pagi sebagai sarana sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada para pengguna jalan. Sejumlah personel kepolisian bersama para seniman menampilkan tarian Reog di […]

    Bagikan
  • Setelah 17 Tahun Menanti, Juru Parkir dan Pedagang Warung Ini Siap Berangkat Haji

    Setelah 17 Tahun Menanti, Juru Parkir dan Pedagang Warung Ini Siap Berangkat Haji

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Harapan Ujud Pranoto dan Sariyati untuk bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci akhirnya terwujud. Setelah mendaftar sejak tahun 2008, pasangan suami istri asal Kelurahan Ngegong, Kota Madiun ini dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada 16 Mei 2025 mendatang. Pasangan ini dikenal sebagai warga sederhana. Ujud sehari-hari bekerja sebagai juru […]

    Bagikan
  • 842 Pekerja PT Global Way Indonesia Terancam PHK Bertahap

    842 Pekerja PT Global Way Indonesia Terancam PHK Bertahap

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — PT Global Way Indonesia (GWI) yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, akan memangkas 842 pekerja secara bertahap mulai Agustus hingga Oktober 2025. Keputusan ini disampaikan melalui surat pemberitahuan bernomor 29/P/GWIM/VIII/2025 yang diterima Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Madiun. Manajemen GWI menyebut pemutusan hubungan kerja (PHK) […]

    Bagikan
  • Libur Panjang Idul Adha, Polres Magetan Perketat Pengamanan Kawasan Wisata Sarangan

    Libur Panjang Idul Adha, Polres Magetan Perketat Pengamanan Kawasan Wisata Sarangan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Mengantisipasi lonjakan wisatawan selama libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026, Polres Magetan meningkatkan pengamanan dan patroli di sejumlah destinasi wisata unggulan di wilayah Kabupaten Magetan. Fokus utama pengamanan diarahkan ke kawasan wisata Telaga Sarangan yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan signifikan selama masa libur. Peningkatan kesiapsiagaan dilakukan personel Satuan Samapta bersama […]

    Bagikan
expand_less