Berita Terkini
Trending Tags

Soekarno Talk In di Magetan Bangun Tradisi Berpikir Kritis, Gen Z Diajak Berani Mengkritik dengan Solusi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 134
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Soekarno Talk In bangun budaya berpikir kritis Gen Z. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Forum diskusi Soekarno Talk In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno tak sekadar menjadi ajang bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang membangun budaya berpikir kritis sekaligus mendorong generasi muda berani menyampaikan kritik yang disertai argumentasi dan solusi.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, mengapresiasi inisiatif DPC PDI Perjuangan Magetan yang dinilai mampu membaca kebutuhan zaman. Menurutnya, perjuangan politik saat ini tidak cukup hanya mengandalkan konsolidasi organisasi, tetapi juga harus memperkuat solidaritas dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang diwariskan Presiden pertama RI, Soekarno.

“Saya mengapresiasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan yang mampu membaca situasi. Hari ini langkah perjuangan kita adalah menguatkan solidaritas dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang diwariskan Bung Karno,” ujarnya.

Novita menilai masyarakat Mataraman sejatinya memiliki tradisi gotong royong yang kuat. Tantangan berikutnya adalah bagaimana nilai tersebut diwariskan kepada Generasi Z melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Menurutnya, konsep Marhaenisme harus dipahami sebagai keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang hidup dalam kerentanan dan menghadapi ketidakadilan.

“Marhaen adalah kita semua, mereka yang hidup dekat dengan garis kemiskinan dan kerentanan. Karena itu perjuangan tidak boleh dilakukan secara sembarangan, tetapi harus memiliki arah yang jelas,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak takut mengkritisi kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Namun, kritik tersebut harus dibangun di atas kajian yang kuat dan menawarkan solusi.

“Anak-anak Gen Z boleh bersuara, boleh turun ke jalan ketika melihat kebijakan yang dirasa tidak masuk akal. Tetapi jangan hanya berisik tanpa arah. Kritik harus membawa solusi agar benar-benar menghasilkan perubahan,” tegasnya.

Senada dengan Novita, Bupati Trenggalek Mohamad Nur Arifin menilai diskusi semacam ini penting untuk menghidupkan tradisi berpikir kritis di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemikiran Bung Karno tidak hanya berisi retorika perjuangan, tetapi juga mengajarkan cara membaca persoalan secara rasional berdasarkan realitas yang dihadapi rakyat.

“Yang saya tangkap dari Bung Rocky adalah Marhaenisme bukan sekadar ideologi yang diteriakkan, tetapi juga cara berpikir. Bung Karno tidak hanya belajar dari buku, tetapi melihat langsung kondisi rakyat, lalu menyusunnya menjadi sebuah gagasan,” ujarnya.

Arifin mengaku kehadirannya dalam forum tersebut bukan untuk mencari kesalahan pihak lain, melainkan sebagai refleksi terhadap dirinya sebagai kepala daerah. Ia mempertanyakan sejauh mana nilai-nilai Marhaenisme telah diwujudkan dalam kebijakan pemerintah yang dipimpinnya.

“Saya datang bukan untuk menggugat orang lain, tetapi menggugat diri saya sendiri. Apakah saya sebagai eksekutif sudah menjalankan nilai-nilai Marhaenisme dalam kebijakan yang saya ambil. Itu justru menjadi refleksi yang menarik dari diskusi ini,” katanya.

Menurut Arifin, kemerdekaan yang sesungguhnya juga harus dimulai dari cara berpikir. “Merdeka bukan hanya diteriakkan lewat mulut, tetapi harus lahir dari pikiran yang merdeka,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sekaligus Anggota DPRD Jawa Timur, Diana Av Sasa, mengatakan penyelenggaraan Soekarno Talk In merupakan upaya membangun budaya diskusi yang selama ini belum berkembang kuat di Magetan.

Ia menilai sebuah daerah membutuhkan ruang dialog agar masyarakat terbiasa berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat secara terbuka.

“Budaya diskusi sangat penting sebagai penyeimbang antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat harus dilatih berpikir kritis, berani berpendapat, sekaligus siap menerima perbedaan pandangan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya menghadirkan Rocky Gerung sebagai pemantik diskusi agar masyarakat mulai terbiasa berdialektika dan menguji setiap gagasan secara terbuka. 

Menurut Diana, perbedaan pandangan tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian dari proses menemukan gagasan-gagasan baru yang lebih baik. Ia juga menjelaskan bahwa penerbitan buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno yang selama puluhan tahun dinilai mengalami proses “de-Soekarnoisasi”.

“Banyak generasi muda yang tidak lagi mengenal Bung Karno sebagai penggagas Marhaenisme maupun sejarah lahirnya Pancasila. Kami ingin mengembalikan ingatan itu agar generasi baru memahami bahwa Marhaenisme merupakan gagasan asli Indonesia yang mengajarkan keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil,” jelasnya.

Diana juga menepis anggapan bahwa materi kritik terhadap sejumlah program pemerintah yang muncul dalam forum tersebut merupakan pesanan politik. Ia menegaskan seluruh pembahasan berlangsung secara alami sebagai bagian dari dinamika diskusi terbuka.

“Tidak ada pesanan. Semua mengalir secara natural. Kami hanya menyediakan ruang diskusi. Bahkan komika yang kami hadirkan kami persilakan mengkritik PDI Perjuangan maupun saya sebagai Ketua DPC. Justru itulah tujuan forum ini, membiasakan masyarakat menyampaikan pendapat secara terbuka,” tegasnya.

Melalui forum Soekarno Talk In, PDI Perjuangan Magetan berharap tradisi intelektual dan budaya berdiskusi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya berani mengkritik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan bangsa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • TMMD ke-125 Rampung, Pembangunan Infrastruktur Desa Ngranget Tuntas 100 Persen

    TMMD ke-125 Rampung, Pembangunan Infrastruktur Desa Ngranget Tuntas 100 Persen

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0803/Madiun resmi ditutup melalui upacara di Alun-alun Reksogati Caruban, Kabupaten Madiun. Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menutup rangkaian kegiatan pada Kamis (21/08/2025). Dalam sambutannya, Kolonel Arm Untoro membacakan amanat Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI […]

    Bagikan
  • Pastikan Keamanan Penumpang, Terminal Purboyo Gelar Screening Kesehatan untuk Kru Bus dan Ojek

    Pastikan Keamanan Penumpang, Terminal Purboyo Gelar Screening Kesehatan untuk Kru Bus dan Ojek

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menyambut momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, para sopir bus, ojek, hingga taksi di Terminal Tipe A Purboyo Madiun menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap pada Rabu (10/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama puncak mobilitas Nataru. Kepala Terminal Tipe A Purboyo Madiun, Ali Imron, […]

    Bagikan
  • Cerita Kliwon “Ngasak” Padi Demi Cukupi Kebutuhan Anak

    Cerita Kliwon “Ngasak” Padi Demi Cukupi Kebutuhan Anak

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Musim panen tiba. Hamparan sawah di Desa Sukowidi, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, berubah ramai. Para buruh panen, lelaki dan perempuan, bergantian mengayunkan sabit. Batang-batang padi rebah, digenggam, lalu diikat menjadi berkas. Teriakan kecil bercampur tawa sesekali pecah di antara derap kerja. Bagi petani, inilah saat menuai hasil jerih payah berbulan-bulan. Namun, […]

    Bagikan
  • Sempat Diserbu 19 Ribu Wisatawan, Kunjungan Telaga Sarangan Mulai Turun!

    Sempat Diserbu 19 Ribu Wisatawan, Kunjungan Telaga Sarangan Mulai Turun!

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tren kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan pada libur Lebaran 2026 mulai menunjukkan penurunan setelah mencapai puncaknya. Selain berakhirnya masa libur pegawai, faktor cuaca hujan turut memengaruhi minat wisatawan. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan mencatat kenaikan kunjungan sejak 18 Maret 2026 sebanyak 1.073 wisatawan. Jumlah tersebut terus meningkat menjadi 2.045 […]

    Bagikan
  • Disnaker Tegaskan THR Pekerja Wajib Dibayar Penuh Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

    Disnaker Tegaskan THR Pekerja Wajib Dibayar Penuh Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah memastikan pekerja swasta di Kota Madiun akan menerima tunjangan hari raya (THR) menjelang Hari Raya Idul Fitri. Perusahaan diwajibkan membayarkan THR secara penuh paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran dan tidak diperbolehkan mencicil pembayaran. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnaker-KUM) Kota Madiun, Ahsan Sri Hasto, menegaskan […]

    Bagikan
  • DLHP Magetan Mendapat Teguran KLHK, Disebut Pengelolaan Sampah Masih Open Dumping

    DLHP Magetan Mendapat Teguran KLHK, Disebut Pengelolaan Sampah Masih Open Dumping

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di berbagai daerah yang masih menerapkan sistem open dumping. Sebanyak 343 pemerintah kabupaten/kota telah menerima surat teguran, termasuk Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang disebut masih menjalankan sistem tersebut. Namun, klaim itu dibantah oleh Kepala Dinas […]

    Bagikan
expand_less