Berita Terkini
Trending Tags

Hutan Jati Gunung Bungkuk Magetan Terbakar, Api Merembet dari Parang Hill akibat Angin Kencang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 45
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas berjibaku melokalisasi api di kawasan hutan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran kembali melanda kawasan hutan jati di Gunung Bungkuk, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, setelah sekitar tiga tahun kawasan tersebut tidak mengalami kebakaran. Kobaran api muncul menjelang petang, Minggu (9/8/2026), dan dengan cepat merembet dari kawasan Parang Hill di Desa Mategal, Kecamatan Parang, menuju wilayah Desa Bungkuk.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat menjalar melalui vegetasi kering di kawasan hutan. Sedikitnya terdapat dua titik api yang terpantau di wilayah dua desa tersebut.

Kepala Desa Bungkuk, Munirul Ichwan, mengatakan api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 17.00 WIB. Kobaran api diduga berasal dari kawasan Parang Hill, Desa Mategal, sebelum kemudian bergerak ke arah wilayah Bungkuk.

“Mulai sore hari, kurang lebih sekitar jam lima. Api dari wilayah Parang Hill Mategal merembet ke wilayahnya karena tiupan angin kencang,” kata Ichwan.

Menurutnya, kobaran api mulai memasuki wilayah Desa Bungkuk setelah waktu Magrib. Meski membakar kawasan hutan jati, api sejauh ini tidak sampai menjangkau permukiman maupun lahan pertanian milik warga.

Vegetasi yang terbakar terutama berupa dedaunan kering dan semak yang berada di bawah tegakan pohon jati. Kondisi tersebut membuat api relatif mudah menjalar ketika diterpa angin.

“Yang terbakar dedaunan kering pohon jati dan semak. Tanaman petani dan permukiman aman,” ujarnya.

Laporan kebakaran diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah menerima informasi, petugas langsung melakukan asesmen dan mengerahkan personel ke kawasan Gunung Bungkuk.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Raditya, mengatakan terdapat dua titik api yang harus ditangani. Penanganan awal dilakukan oleh Destana setempat sebelum diperkuat personel gabungan.

“Sekitar pukul 18.30 WIB ada laporan terkait munculnya titik api di Gunung Bungkuk. Ada dua titik, kemudian kami lakukan asesmen dan pengerahan personel,” kata Eka.

Upaya pemadaman melibatkan unsur TNI-Polri, relawan, PMI serta masyarakat setempat. Salah satu titik api berhasil dipadamkan, sementara petugas terus melakukan pelokalisasian pada titik lainnya untuk mencegah api kembali merambat.

Medan pegunungan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari akses kendaraan sehingga mobil pemadam maupun suplai air tidak dapat langsung menjangkau titik api.

“Kalau kebakaran di hutan, apalagi di gunung, salah satu kendalanya jauh dari jangkauan. Tidak mungkin dilakukan pemadaman langsung menggunakan air,” jelas Eka.

Dengan kondisi tersebut, petugas menggunakan metode manual dengan memukul bara dan melokalisasi area yang terbakar. Cara ini dilakukan untuk memutus jalur rambatan api sekaligus mencegah kobaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran Gunung Bungkuk belum diketahui. Kepala Desa Bungkuk menyebut salah satu kemungkinan adalah aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkendali.

Menurut Ichwan, pembakaran lahan oleh masyarakat berpotensi menjadi sumber api yang kemudian merembet ke kawasan hutan ketika kondisi angin cukup kencang.

“Mungkin masyarakat ingin membakar wilayahnya agar nanti bisa ditanami. Tapi ternyata tidak berpikir dampaknya, malah merembet ke wilayah lain,” ungkapnya.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Pemerintah desa masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui sumber api secara lebih jelas.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah kondisi vegetasi yang relatif kering dan hembusan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api. Terlebih, kawasan hutan Gunung Bungkuk memiliki medan yang cukup sulit sehingga penanganan kebakaran membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

BPBD Magetan mencatat kebakaran di Gunung Bungkuk menjadi kejadian kebakaran hutan pertama yang ditangani sepanjang 2026. Sebelumnya, terdapat sekitar 50 kejadian kebakaran yang sebagian besar terjadi pada kawasan lahan.

“Kalau yang kemarin itu ada sekitar 50-an kebakaran, mayoritas di lahan. Untuk yang hutan ini baru yang pertama,” ujar Eka.

BPBD kini meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan, terutama selama kondisi cuaca kering dan angin masih berpotensi kencang.

Kesiapsiagaan dilakukan dengan menyiapkan personel, peralatan dan logistik, sekaligus memperkuat koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, TNI-Polri, relawan, PMI dan masyarakat.

“Beberapa hari ke depan tentu kami harus lebih bersiaga lagi, menyiapkan personel, peralatan dan logistik serta sistem penanganan yang benar-benar terintegrasi dengan baik,” pungkas Eka.

Hingga penanganan terakhir, fokus petugas adalah memastikan titik api benar-benar terlokalisasi dan tidak kembali merambat. Masyarakat di sekitar kawasan hutan juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat angin bertiup kencang dan kondisi vegetasi mengering. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinkes Madiun Antisipasi Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Peralihan Musim

    Dinkes Madiun Antisipasi Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Peralihan Musim

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mulai mewaspadai potensi peningkatan kasus penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Chikungunya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan bahwa perubahan suhu dan kelembapan […]

    Bagikan
  • Diduga Sambungan Listrik Berlebihan, Rumah Warga Madiun Terbakar

    Diduga Sambungan Listrik Berlebihan, Rumah Warga Madiun Terbakar

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Suasana Desa/Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun pada Senin petang (16/06/2025) mendadak riuh. Teriakan kebakaran terdengar dari warga lantaran kobaran api membumbung tinggi di rumah milik Marmi (70) warga setempat. Warga pun berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran Kabupaten Madiun. Aiptu Hendri Setiawan, petugas Polsek Dolopo mengungkapkan […]

    Bagikan
  • Bukan Sekedar Praktik, Manasik Haji Jadi Bekal Calon Jemaah Haji Kota Madiun

    Bukan Sekedar Praktik, Manasik Haji Jadi Bekal Calon Jemaah Haji Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Madiun mengikuti manasik haji terintegrasi di Asrama Haji Kota Madiun pada Senin (16/02/2026). Mereka mengikuti rangkaian manasik secara lengkap. Mulai dari niat ihram di miqat, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, hingga tawaf ifadah dan sai. Kepala Kantor Kementerian Haji dan […]

    Bagikan
  • Kantor ATR/BPN Kota Madiun Diduga Keluarkan ‘Surat Siluman’, Caplok Tanah Pensiunan TNI AD

    Kantor ATR/BPN Kota Madiun Diduga Keluarkan ‘Surat Siluman’, Caplok Tanah Pensiunan TNI AD

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madun – Kinerja pelayanan kantor ATR/BPN Kota Madiun kembali jadi sorotan publik. Belum kelar dugaan kasus korupsi PSU sebuah perumahan, perkara lain mendadak muncul setelah seorang warga mempersoalkan adanya ‘surat siluman’ yang diterbitkan kantor pertanahan tersebut. Surat itu dilayangkan oleh Karyadi, menantu Sariman ( pensiunan TNI AD) dan Darning Supeni, warga Desa […]

    Bagikan
  • Misi Kemanusiaan Berujung Penahanan Israel, Keluarga Aktivis Ponorogo Menanti Kepastian

    Misi Kemanusiaan Berujung Penahanan Israel, Keluarga Aktivis Ponorogo Menanti Kepastian

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Keluarga Herman Budianto  (53), salah satu aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang dilaporkan ditahan militer Israel saat mengikuti misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah tegas untuk membebaskan para WNI tersebut. Suasana cemas terlihat di rumah keluarga Herman di Jalan Cinde Wilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, […]

    Bagikan
  • Angin Kencang  Terjang Sejumlah Desa di Madiun, BPBD Lakukan Assessment

    Angin Kencang  Terjang Sejumlah Desa di Madiun, BPBD Lakukan Assessment

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun pada Kamis (12/2/2026) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga di beberapa titik lokasi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengatakan kejadian bermula sekitar pukul 15.20 WIB […]

    Bagikan
expand_less