Berita Terkini
Trending Tags

Pengukuhan PAPDESI Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Produk Lokal Disuplai ke SPPG Untuk Program MBG

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 119
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
PAPDESI didorong jadi penggerak ekonomi desa. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemerintah pusat mendorong Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan. Salah satu strategi yang didorong ialah memperkuat kolaborasi antara aparatur desa, petani, pelaku UMKM, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dorongan tersebut disampaikan dalam pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAPDESI masa bakti 2026-2031 yang digelar di Pendopo Ronggo Djumeno, Kabupaten Madiun, Kamis (13/8/2026).

Acara tersebut dihadiri sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas kepala desa dan perangkat desa dari 33 provinsi di Indonesia. Pengukuhan dilanjutkan dengan seminar nasional bertajuk Peran KDKMP dan Program MBG dalam Meningkatkan Perekonomian Desa dan Pengentasan Kemiskinan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengukuhkan jajaran DPP PAPDESI secara virtual. Dalam sambutannya, Yandri mengapresiasi kekompakan dan kerja PAPDESI serta meminta organisasi tersebut ikut mengawal berbagai program pemerintah pusat.

Menurut Yandri, KDKMP merupakan salah satu instrumen penting untuk membangun ekosistem ekonomi dari desa. Koperasi tersebut diharapkan dapat terhubung dengan potensi ekonomi lokal, termasuk BUMDes, desa wisata, desa ekspor, ketahanan pangan, hingga program MBG.

Ia mengibaratkan pembangunan ekonomi desa seperti lilin-lilin kecil yang jika menyala secara bersama-sama dapat menerangi Indonesia.

Yandri menegaskan, potensi ekonomi setiap desa tidak harus diseragamkan. Justru keberagaman komoditas desa, seperti telur, ayam, lele, nila, kopi, dan cokelat, dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikembangkan melalui ekosistem yang terintegrasi.

Karena itu, PAPDESI dinilai memiliki posisi strategis untuk memastikan program pemerintah di desa tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Program-program ini tidak tumpang tindih, tidak saling meniadakan, tetapi justru saling menguatkan dan memberikan kontribusi terbaik bagi desa-desa di Indonesia,” kata Yandri dalam sambutannya.

Image Not Found
Pengurus DPP PAPDESI 2026-2031 resmi dikukuhkan. Foto : Tova-Sinergia

Sementara itu Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan PAPDESI dapat menjadi jembatan antara masyarakat desa sebagai produsen dengan berbagai program pemerintah.

Menurut dia, program MBG tidak cukup hanya dilihat dari sisi pemberian makanan bergizi kepada penerima manfaat. Program tersebut juga harus mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa.

Budiman menyoroti kritik bahwa manfaat ekonomi MBG selama ini berpotensi lebih banyak dinikmati pelaku usaha dari luar desa. Karena itu, PAPDESI dinilai dapat berperan memastikan petani, UMKM, dan produsen lokal masuk dalam rantai pasok program tersebut.

“PAPDESI hadir untuk memberikan jawaban. Ini dikerjakan oleh masyarakat desa, dinakhodai PAPDESI, dengan mengaktifkan suplai bahan mentah untuk MBG. Tidak hanya kualitas biasa, tetapi harus memenuhi standar produk,” ujar Budiman.

Ia mengatakan, tantangan PAPDESI ke depan bukan sekadar menggerakkan masyarakat untuk memproduksi komoditas, tetapi juga meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha.

Masyarakat desa, kata Budiman, perlu dibekali pengetahuan mengenai akuntansi, organisasi modern, hingga pengendalian mutu atau quality control.

Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi berkembang menjadi pusat produksi yang mampu memenuhi standar kebutuhan industri.

Budiman berharap kepengurusan baru PAPDESI dapat memperluas pengembangan klaster ekonomi desa. Ia bahkan menargetkan pada 2027 sebanyak 50 ribu desa di Indonesia dapat masuk dalam pengembangan klaster.

Menurutnya, jika rantai pasok MBG mampu mengoptimalkan potensi wilayah setempat, dampaknya tidak hanya terhadap penghematan anggaran, tetapi juga terhadap perputaran ekonomi, ketahanan pangan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

“Konsep MBG 80 persen menggunakan wilayah setempat. Kami ingin memastikan masyarakat miskin ikut dan tidak tertinggal dari kemanfaatan program nasional,” katanya.

Ketua Umum DPP PAPDESI masa bakti 2026-2031, Wargiyati, mengatakan penguatan kerja sama antara petani, pelaku UMKM, KDKMP, BUMDes, hingga SPPG sebenarnya telah mulai dilakukan di sejumlah daerah.

Ia mencontohkan Kabupaten Semarang yang telah memiliki nota kesepahaman terkait penyerapan produk desa untuk kebutuhan MBG.

Menurut Wargiyati, ke depan PAPDESI akan mendorong skema serupa diterapkan secara nasional.

Langkah awal dilakukan melalui inventarisasi potensi dan kapasitas produksi masing-masing desa. Jika kapasitas desa dinilai belum mencukupi, pemenuhan kebutuhan dapat melibatkan masyarakat atau pelaku usaha dari luar desa.

“Inventarisasi dahulu. Kalau memang kekuatannya tidak cukup, baru diserahkan kepada masyarakat luar,” ujar Wargiyati.

Skema tersebut diharapkan membuat program MBG tidak berhenti pada distribusi makanan bergizi, tetapi sekaligus menciptakan pasar bagi produk petani, UMKM, BUMDes, dan KDKMP. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada! Sarang ‘Tawon Ndas’ Sembunyi di Atap Rumah Warga Madiun, Begini Proses Evakuasinya

    Waspada! Sarang ‘Tawon Ndas’ Sembunyi di Atap Rumah Warga Madiun, Begini Proses Evakuasinya

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun kembali menerima laporan keberadaan sarang tawon vespa di rumah warga. Kali ini, laporan datang dari Putut Eko Yulianto warga Jalan Setya Yasa, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman pada Senin (02/03/2026) sekira pukul 19.30 WIB. 1 tim personil BPBD Kota Madiun diterjunkan untuk melakukan pengecekan […]

    Bagikan
  • Harga Cabai hingga Bawang Melonjak di Madiun Saat Momen Tahun Baru Islam

    Harga Cabai hingga Bawang Melonjak di Madiun Saat Momen Tahun Baru Islam

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Madiun mengalami lonjakan saat peringatan Tahun Baru Islam tahun ini. Di Pasar Caruban Baru, Kecamatan Mejayan, setidaknya tiga komoditas utama mengalami kenaikan harga secara bersamaan. “Cabai, bawang merah, dan sayuran dari Magetan semuanya naik,” ungkap Suyati, salah satu pedagang di pasar tersebut […]

    Bagikan
  • Rentetan Longsor di Magetan, Jalan Tertutup, Air Bersih Terputus, Sekolah Terdampak

    Rentetan Longsor di Magetan, Jalan Tertutup, Air Bersih Terputus, Sekolah Terdampak

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magetan selama lebih dari dua pekan memicu rentetan longsor di tiga lokasi berbeda pada Jumat (23/05/2025). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini mengganggu aktivitas warga, merusak infrastruktur, dan memicu krisis air bersih di beberapa titik. Longsor pertama terjadi di jalur penghubung antara Wonomulyo dan […]

    Bagikan
  • Wow! Kota Madiun Bakal Punya Kampung Jepang, Dilengkapi Laboratorium Bahasa

    Wow! Kota Madiun Bakal Punya Kampung Jepang, Dilengkapi Laboratorium Bahasa

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satu lagi destinasi wisata bakal hadir di Kota Madiun. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Madiun, Maidi pada Jumat (20/06/2025) bertepatan pada Hari Jadi Kota Madiun ke-107. Konsep destinasi yang disuguhkan yakni Kampung Jepang yang berada di Kelurahan Banjarejo, Taman. Wali Kota Madiun, Maidi menyebut Kampung […]

    Bagikan
  • Musrenbang Kecamatan Dagangan 2025: Fokus Peningkatan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Agroforestri

    Musrenbang Kecamatan Dagangan 2025: Fokus Peningkatan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Agroforestri

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Selasa (11/3/2025). Musrenbang yang diadakan di Gedung Panca Sakti Desa Dagangan ini memiliki makna strategis sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Madiun Tahun 2026. Camat Dagangan, Tarji, mengungkapkan bahwa tema Musrenbang tahun ini adalah […]

    Bagikan
  • Jalan Wagir Lor – Wates Ponorogo Kian Parah, Warga Desak Pemerintah Segera Memperbaiki

    Jalan Wagir Lor – Wates Ponorogo Kian Parah, Warga Desak Pemerintah Segera Memperbaiki

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kerusakan Jalan di Dukuh Dayakan Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel Ponorogo kian parah. Terbaru, badan jalan kembali longsor pada Senin malam (13/1/2025). Kondisi tersebut memperparah jalan utama yang menghubungkan Desa Wagir Lor dan Desa Wates di Kecamatan Jenangan. “Ini sudah lama terjadi. Senin malam kemarin longsor lagi. Sekarang jalan ini […]

    Bagikan
expand_less