Sabtu, 24 Okt 2026
Trending Tags

R-APBD Magetan 2026 Cuma Dibahas 2 Hari, Banggar DPRD Pertanyakan Kinerja TAPD

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 287
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Proses penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2026 menuai sorotan tajam. Nota Keuangan R-APBD baru diserahkan Pemerintah Kabupaten Magetan kepada DPRD pada 25 November 2025. Artinya hanya dua hari sebelum batas pengesahan pada 28 November 2025.

Keterlambatan ini dinilai memperburuk kualitas perencanaan anggaran dan kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang patut dipertanyakan. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Magetan, Didik Haryono, menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat DPRD harus bekerja dalam situasi yang tidak ideal. Dengan nilai APBD sekitar Rp. 1,83 triliun, Banggar dipaksa membahas seluruh pos anggaran hanya dalam dua hari.

“Hari ini tanggal 25 November rancangan APBD baru diserahkan, sementara 28 harus disahkan. Badan Anggaran DPRD ini dipaksa mau tidak mau harus membahas APBD satu koma delapan tiga triliun dalam dua hari. Ini sangat tidak rasional dan sangat dipaksakan,” tegas Didik.

Didik menyebut keterlambatan ini bukan sekadar persoalan waktu, tetapi menunjukkan buruknya tata kelola internal TAPD. Ia menilai TAPD tidak menjalankan proses penyusunan anggaran sebagaimana mestinya, yang seharusnya dilakukan secara simultan dan paralel.

“TAPD menunggu semuanya selesai baru mulai bahas KUA tanggal 19. Harusnya sejak awal sudah ada tim yang bekerja paralel. Ini tidak dilakukan sama sekali,” kritiknya.

Ia bahkan mengaitkan munculnya sikap apatis di tubuh TAPD dengan pergantian Sekretaris Daerah.

“Menurut saya ada dampak dari terpilihnya sekda baru. Efek dari itu TAPD menjadi apatis. Ini harus jadi perhatian bupati dan wakil bupati sebagai pengambil kebijakan utama”, ujar Didik.

Didik mengingatkan bahwa pembiaran terhadap ketidakteraturan jadwal anggaran dapat melahirkan budaya permisif yang berbahaya bagi tata kelola pemerintahan.

Meski mengkritik keras, DPRD tetap berkomitmen menuntaskan pembahasan APBD 2026. Namun, Didik menegaskan bahwa kelonggaran dari DPRD ini bukan sesuatu yang bisa diharapkan terjadi setiap tahun.

“DPRD ini berbaik hati. Kami tetap membahas meski waktunya tinggal dua hari. Tapi jangan berharap DPRD akan terus seperti itu di tahun-tahun mendatang”, tegasnya.

Banggar juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap TAPD, termasuk komposisi personel yang dinilai tidak mengalami perubahan signifikan dari tahun ke tahun.

“Kalau tidak dievaluasi dan orangnya itu-itu saja, pola ini pasti berulang. Apatisme yang dibiarkan akan dianggap sebagai hal biasa, bahkan benar,”imbuh Didik.

Karena dokumen baru diterima, Banggar belum dapat melakukan pendalaman detail. Namun Didik sudah mencatat beberapa pos anggaran yang diprediksi menjadi perhatian serius, khususnya tingginya belanja pegawai, hibah, dan bantuan keuangan. Menurutnya, idealnya porsi belanja modal harus ditingkatkan.

Banggar memastikan akan memaksimalkan seluruh sesi pembahasan meskipun waktunya sangat terbatas. Menutup pernyataannya, Didik meminta pemerintah daerah tidak bersikap defensif dalam pembahasan APBD. “Kami berharap eksekutif membuka ruang. DPRD ini kan punya hak konstitusional untuk membahas APBD. Dua hari ini akan kita maksimalkan,” pungkasnya. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kolam Renang Gemarang

    Potensi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kolam Renang Gemarang

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam renang dan fasilitas pendukung di Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Setelah menetapkan mantan Kepala Desa Gemarang, Suprapti sebagai tersangka, penyidik kini membuka peluang penambahan tersangka baru dalam perkara tersebut. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Madiun, Inal […]

    Bagikan
  • Kemenag Magetan Gelar Pembekalan Calon Jemaah Haji, Teknis Pemberangkatan Berubah

    Kemenag Magetan Gelar Pembekalan Calon Jemaah Haji, Teknis Pemberangkatan Berubah

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menggelar kegiatan pembekalan bagi 429 calon jemaah haji pada Sabtu (10/5/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas perubahan teknis pemberangkatan jemaah haji akibat kebijakan terbaru dari Pemerintah Arab Saudi.  Calon jemaah yang sebelumnya terbagi dalam 9 rombongan dan 1 rombongan tambahan, semula dijadwalkan berangkat […]

    Bagikan
  • Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Yonif TP di Ponorogo, Ribuan Prajurit Mulai Masuk Juli 2026

    Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Yonif TP di Ponorogo, Ribuan Prajurit Mulai Masuk Juli 2026

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau langsung rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Senin (25/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan percepatan pembangunan markas satuan baru TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam V/Brawijaya. Total […]

    Bagikan
  • Kasus DBD di Desa Bancar Ponorogo Meningkat, 26 RT di Fogging

    Kasus DBD di Desa Bancar Ponorogo Meningkat, 26 RT di Fogging

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo meningkat signifikan. Tercatat 21 warga terserang penyakit dari nyamuk Aedes aegypti itu. Sebagai upaya mencegah penyebaran lebih luas, Pemerintah Desa Bancar bersama petugas kesehatan melakukan fogging di 26 RT sejak sepekan terakhir. Sekretaris Desa Bancar, Muhammad Nurcholis, menjelaskan […]

    Bagikan
  • Perlintasan Sebidang Sanankulon-Blitar Ditutup, KAI Daop 7 Tertibkan Jalur Rawan Kecelakaan

    Perlintasan Sebidang Sanankulon-Blitar Ditutup, KAI Daop 7 Tertibkan Jalur Rawan Kecelakaan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menutup perlintasan sebidang tidak resmi di wilayah Sanankulon, Kabupaten Blitar, Selasa (24/2/2026). Penutupan dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api (KA) dan masyarakat. Perlintasan yang ditutup berada di JPL 203 Km 125+8/9, tepatnya di Dusun Sanankulon, Desa Sanankulon, […]

    Bagikan
  • TPA Mrican Akan Ditutup 7 November, Ponorogo Terancam Darurat Sampah

    TPA Mrican Akan Ditutup 7 November, Ponorogo Terancam Darurat Sampah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican di Ponorogo dipastikan berhenti beroperasi mulai 7 November 2025 mendatang. Penutupan dilakukan setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan teguran keras kepada Pemkab Ponorogo karena dinilai gagal mengelola sampah sesuai standar lingkungan. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Jamus Kunto, membenarkan keputusan tersebut. Teguran […]

    Bagikan
expand_less