Berita Terkini
Trending Tags

Kebakaran Hutan Lereng Gunung Lawu, Diduga Akibat Pembukaan Lahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 115
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu. (5/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda kawasan hutan di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026) siang. Api membakar vegetasi hutan hingga mencapai sekitar satu hektare.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WIB setelah petugas Perhutani yang sedang melakukan patroli melihat kepulan asap dari kawasan hutan di sekitar jalur Plaosan. Titik api kemudian diketahui berada di Petak 72 D, wilayah RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, tepat di depan kawasan Lawu Green Forest (LGF) Magetan.

Api dengan cepat membakar sejumlah tanaman kayu, di antaranya kaliptus, pinus, cemara, dan vegetasi lainnya. Kondisi lahan yang relatif kering diduga turut mempermudah api menjalar.

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Perhutani, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan langsung dikerahkan ke lokasi. Dengan menggunakan peralatan pemadaman yang tersedia, petugas berupaya melokalisasi dan memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.

Setelah sekitar dua jam dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah petugas melihat kepulan asap ketika melintas di jalur Plaosan.

Menurutnya, berdasarkan kondisi di lapangan, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Api yang sebelumnya dianggap telah padam diduga masih menyisakan bara sehingga kembali membakar vegetasi di kawasan tersebut.

“Kami saat melintas di jalur Plaosan terlihat kepulan asap. Kami perkirakan titik api berada di dalam kawasan hutan karena seputaran lokasi memang kawasan hutan,” ujar Mulyadi.

Mulyadi menyebut luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Setelah mengetahui adanya titik api, petugas segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pemadaman.

Image Not Found
Api membakar sekitar satu hektare kawasan hutan Pacalan. Foto : Kus-Sinergia

“Kami melakukan koordinasi dengan semua pihak, termasuk Kapolsek, Koramil, dan BPBD untuk segera merapat ke lokasi, mengantisipasi dan memadamkan titik api. Alhamdulillah bisa segera teratasi,” katanya.

Lokasi kebakaran secara administratif berada di wilayah pengelolaan RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, pada Petak 72 D. Namun, menurut Mulyadi, kawasan tersebut saat ini telah beralih pengelolaan menjadi Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) dan dikelola oleh kelompok tani hutan.

Karena itu, Perhutani tidak lagi menjadi pihak yang mengelola langsung kawasan tersebut. Meski demikian, petugas tetap melakukan penanganan ketika menemukan adanya kebakaran untuk mencegah api meluas.

Mulyadi memastikan kondisi terakhir di lokasi telah aman dan api berhasil dipadamkan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kelompok tani hutan (KTH) dan Cabang Dinas Kehutanan untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan.

“Kami sangat berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Setelah ini kami akan berkoordinasi dengan KTH dan pihak Cabang Dinas Kehutanan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat anggota KTH agar tidak melakukan pembakaran lahan secara liar,” ujarnya.

Sementara itu, petugas masih melakukan penelusuran untuk mengetahui pihak yang melakukan aktivitas pembukaan lahan di kawasan KHDPK tersebut. Identitas penggarap yang diduga menjadi penyebab kebakaran juga masih dalam proses pencarian.

Petugas mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan hutan agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan, terlebih pada kondisi musim kemarau. Api yang ditinggalkan dalam kondisi belum benar-benar padam berpotensi kembali menyala dan dengan cepat menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duh ! Sekolah Rakyat Rintisan Magetan Batal, Ini Alasannya

    Duh ! Sekolah Rakyat Rintisan Magetan Batal, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan membentuk Sekolah Rakyat (SR) rintisan dipastikan batal. Setelah sebelumnya sempat menyiapkan Gedung Graha Pusat Literasi Plaosan sebagai lokasi sementara, namun kini memilih langsung membangun Sekolah Rakyat permanen dengan skala penuh. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Elmy Kurniarto Widodo. Menurutnya, Magetan tidak masuk dalam daerah […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hanguskan Ruang Server CCTV Dishub Kota Madiun, Pemantauan Lalu Lintas Lumpuh

    Kebakaran Hanguskan Ruang Server CCTV Dishub Kota Madiun, Pemantauan Lalu Lintas Lumpuh

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ruang server CCTV di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun terbakar pada Sabtu (13/6/2026) malam. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut mengakibatkan sistem pemantauan kamera pengawas lalu lintas di sejumlah persimpangan jalan Kota Madiun tidak dapat berfungsi sementara waktu. Api diketahui membesar sekitar pukul 19.30 WIB dan pertama kali […]

    Bagikan
  • SDN 02 Taman Kota Madiun Terima 5 Siswa ABK pada Tahun Ajaran 2026/2027, Perkuat Komitmen Sekolah Inklusi

    SDN 02 Taman Kota Madiun Terima 5 Siswa ABK pada Tahun Ajaran 2026/2027, Perkuat Komitmen Sekolah Inklusi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – SDN 02 Taman Kota Madiun kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusi. Pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima enam siswa baru, dengan lima di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK). Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) […]

    Bagikan
  • Akhir Tahun 2025 Bulog Madiun Optimis Penuhi Target 10 Ribu Ton Distribusi SPHP

    Akhir Tahun 2025 Bulog Madiun Optimis Penuhi Target 10 Ribu Ton Distribusi SPHP

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun -Bulog Cabang Madiun kian masif dalam ikut menjaga kestabilan dan ketersediaan pangan. Meski ditarget 10 ribu ton SPHP badan usaha plat merah optimis  mampu memenuhi target hingga akhir bulan Desember tahun 2025. Kepala Perum Bulog Madiun Agung Sarianto menjelaskan berbagai terobosan dilakukan untuk mendistribusikan pasokan pangan. “Optimis kita bisa tercapai targetnya […]

    Bagikan
  • Warga Serbu Sembako Murah di Koperasi Merah Putih

    Warga Serbu Sembako Murah di Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih (KMP). Hingga saat ini, sebanyak 10 dari total 27 koperasi yang ditargetkan sudah resmi beroperasi. KMP Kelurahan Demangan telah diresmikan langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi, pada Jumat (10/10/2025). Peluncuran koperasi tersebut disambut antusias masyarakat. Warga terlihat […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Beruntun di Tol Solo–Ngawi, Satu Tewas dan Satu Luka

    Kecelakaan Beruntun di Tol Solo–Ngawi, Satu Tewas dan Satu Luka

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di ruas Tol Solo-Ngawi Km 564+600 A wilayah Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 04.45 WIB. Insiden pada dini hari itu menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya luka-luka. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, membenarkan adanya peristiwa tersebut. […]

    Bagikan
expand_less